20 Menit Sebelum Dikabarkan Tewas Brigpol SH Komunikasi dengan Istri, Minta Istri Makan Banyak

Ajudan Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Pol Daniel Adityajaya, Brigadir Polisi HS ditemukan tewas di kamar rumah dinasnya pada Jumat

Editor: Herupitra
ist
Ajudan Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Pol Daniel Adityajaya, Brigadir Polisi HS ditemukan tewas di kamar rumah dinasnya pada Jumat (22/9/2023) pukul 13.10 Wita. 

TRIBUNJAMBI.COMAjudan Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Pol Daniel Adityajaya, Brigadir Polisi HS ditemukan tewas di kamar rumah dinasnya pada Jumat (22/9/2023) pukul 13.10 Wita.

Ternyata 20 menit sebelum dikabarkan meninggal Bigpol SH sempat berkomunikasi dengana istrinya via WhatsApp.

Untuk itu keluarga Brigadir Polisi SH minta penyelidikan dilakukan secara transparan.

"Saya minta supaya transparan dan terbuka kenapa ada kejadian seperti itu, satu sisi adik saya akan melahirkan," ujar Kakak ipar korban Dwi Jatmiko saat menghadiri autopsi di rumah sakit Bhayangkara Semarang, Sabtu (23/9/2023).

Mengutip Tribunjateng.com, Dwi menjelaskan sekitar pukul 10.44 WIB di hari kejadian, pengawal pribadi Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) masih berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp dengan sang istri.

Baca juga: Ajudan Kapolda Kaltara Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Rumah Dinas, Ditemukan Senjata Api

Baca juga: Hukuman Sopir dan Mantan Ajudan Ferdy Sambo Berubah, Mahkamah Agung Pangkas 5 Tahun

Kemudian, istrinya tidak bisa menghubungi sekitar pukul 11.00 WIB.

"Saat itu adik di rumah Jalan Gajah Timur Dalam V Semarang," ujarnya saat akan meninggalkan RS Bhayangkara Semarang, Sabtu (23/9/2023).

Korban saat itu meminta istrinya agar makan yang banyak karena akan melahirkan. Setelah itu tidak ada komunikasi lagi.

"Cuma suruh makan banyak. Setelah itu loss contact," imbuhnya.

Menurutnya istri korban mendapat kabar Brigpol Setyo Herlambang meninggal dunia sekitar pukul 11.15 WIB.

Kabar itu disampaikan dari teman korban melalui telepon.

"Dapat telepon dari temannya katanya kecelakaan. Tapi kecelakaan apa maksudnya saya tidak tahu. Kejatuhan genting aja itu bisa dikatakan kecelakaan," tuturnya.

Dwi menjelaskan, istri korban meminta autopsi dilakukan di Semarang.

Saat dilakukan autopsi dirinya melihat ada luka tembak di dada kiri korban.

"Lukanya hanya satu tembus ke belakang," bebernya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved