Masih Ada Truk Batubara Langgar Jam Operasional, Asaba Duga Ada Unsur Kesengajaan

Ada truk batubara melintas di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Talang Gulo, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi melanggar jam operasional

Editor: Rahimin
tribunjambi/rifani halim
Truk batubara setop di pinggir Jalan Lingkar Selatan Kota Jambi belum lama ini karena warga tidak membolehkan efek dari warga Talang Gulo meninggal akibat tabrakan dengan truk Batubara. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pascakecelakaan baru-baru ini yang menewaskan seorang warga karena tertabrak truk batubara, truk batubara sempat tidak boleh melewati Jalan Lingkar Selatan, Kota Jambi

Truk batubara dibolehkan kembali melintas di Jalan Lingkar Selatan setelah ada kesepakatan jangan melintas di luar jam operasional. 

Namun, Kamis (21/9/2023) ada truk batubara melintas di kawasan Jalan Lingkar Selatan, Talang Gulo, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi melanggar jam operasional. 

Tak ingin ada lagi kecelakaan, warga Talang Gulo yang melihat aktivitas truk tersebut sekitar pukul 20.00 WIB langsung melaporkan ke Polantas Jambi

Tak berselang lama, aparat kepolisian pun berhasil mengamankan 8 unit truk tersebut.

Udin, warga setempat membenarkan adanya truk batubara yang melintas di luar jam operasional.

"Masih jugo dak jero-jero sopir tuh. Sudah diingatkan, janganlah kalian melanggar aturan yang sudah disepakati bersama, karena kami tidak ingin lagi muncul korban di daerah kami," katanya.

"Apalagi saat rapat di kantor lurah, katanyo dari Polantas dan Dishub mau melakukan penambahan personil di sini, boro-boro nambah personil, orangnya saja tidak ada yang muncul,’’ katanya kesal. 

Menanggapi hal ini, Plt Ketua Asaba (Asosiasi Sopir Batubara) Jambi Jefri BP menduga, sopir seperti sengaja melanggar aturan waktu opersional tersebut.

Pihaknya menduga jika unsur kesengajaan dilakukan. "Patut diduga ini upaya tindakan sabotase untuk membuat kegaduhan yang berpotensi menimbulkan konflik antara sopir dan masyarakat,’’ katanya.

Jefri mengimbau sopir jangan terprovokasi oknum-oknum yang menginginkan kegaduhan tata kelola kegiatan angkutan batubara di Jambi terus berpolemik.

"Jika ini terus dibiarkan terjadi, tak menutup kemungkinan diskresi akan diberlakukan lagi. Ayo rekan-rekan sopir kita ciptakan situasi kondusif untuk ketertiban dan kenyamanan bersama demi kelancaran berlalu lintas di jalan umum,’’ katanya lagi.

Di tempat terpisah, Ketua LP3 NKRI Jambi, Pery Monjuli meminta berbagai pihak, khususnya Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Perhubungan agar komitmen dengan kesepakatan yang dibuat.

‘’Kita harus komitmen dengan kesepakatan yang sudah dibuat beberapa hari yangg lalu di kantor Lurah Talang Gulo,’’ katanya.

Sebab, kata Wakil Ketua ATJ ini, pertemuan teresbut dihadiri Kadis Perhubungan, Asisten 1 dan pihak Polantas Jambi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved