Kronologi Remaja di Semarang Tewas Dikeroyok Temannya, Bermula dari Curi Uang saat Menginap

Kronologi MAA (17) di Semarang tewas dianiaya rekannya, perkara uang Rp 600 ribu. MAA dianiaya setelah dipergoki mencuri uang Rp 600 ribu milik teman

Editor: Suci Rahayu PK
KOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah
Enam tersangka penyeroyokan anak di Semarang ditangkap di Polrestabes Semarang, Jumat (15/9/2023). 

TRIBUNJAMBI.COM - Kronologi MAA (17) di Semarang tewas dianiaya rekannya, perkara uang Rp 600 ribu.

MAA dianiaya setelah dipergoki mencuri uang Rp 600 ribu milik temannya yang juga menganiayanya, Kamis (14/9/2023).

penganiayaan ini berawal saat MAA menginap di rumah temannya, Bagus Putra Prataman di Perumahan Emerald Indah, Meteseh, Tembalang, Kota Semarang.

Karena MAA memang sudah kerap menginap dan dekat dengan keluarga Bagus.

Saat MAA menginap, Bagus kehilangan uang Rp 600 ribu di dompetnya dan menuduh MAA mengambil uangnya.

"Saya punya masalah karena almarhum ambil uang dari dompet saya Rp 600.000. Padahal dia juga sering nginap di rumah saya dan dekat dengan keluarga saya," kata Bagus.

Baca juga: Pihak Inge Anugrah Kecewa Tuntutan Nafkah Rp 1 Miliar ke Ari Wibowo Ditolak Hakim: Hanya Dicampakkan

Baca juga: Ridwan Kamil Punya Peluang Besar Dampingi Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Apa Sebabnya?

Setelahnya, Bagus mengajak 5 temannya untuk menganiaya MAA. Kelimanya yakni Agung Rahmanto (26), Mika Faqih (19), Plateau Malik (21), Haidar Saputra (21), Muhammad Haris (20).

"Sehabis saya kehilangan uang , korban sempat hilang seminggu, setelah tahu dia di rumahnya saya jemput lalu bawa ke warnet tempat biasa saya nongkrong," sambung Bagus.

Saat berada di warnet, Bagus mengaku menanyai perihal pencurian yang dilakukan MAA.

Namun jawaban MAA yangberbelit membuat Bagus kesal hingga memukuli kepala korban dengan sandal.

"Jawabannya terbelit-belit maka saya pukul di bagian kepala sebelah kiri sama tangan sebanyak delapan kali," katanya

Korban kemudian dianiaya kembali oleh Bagus dan lima rekannya. Dalam kondisi babak belur, MAA dibawa Bagus ke rumahnya di Perumahan Emerald.

Bagus berniat merawat MAA di rumahnya,Kepada sang ibu yang bernama Indri, Bagus mengatakan MAA dipukuli temannya.

Oleh sang ibu, Bagus dan MAA pun disuruh untuk beristirahat.

"Korban biasa tidur di rumah. Saya sempat kabari adiknya bahwa korban dipukuli orang (bohong). Habis korban meninggal saya syok tapi abis itu jujur ke orangtua korban meninggal karena tak pukuli," ungkapnya.

Baca juga: Sebelum Tenggelam, Firdaus Sempat Minta Tolong dan Terekam Kamera Polsel Warga

Baca juga: BMKG Prakirakan Minggu Depan Jambi Diguyur Hujan

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved