Kisruh di Pulau Rempang

Polisi Amankan Seorang Warga Saat Kericuhan di Pulau Rempang Batam, Didiuga Bawa Bom Molotov

Seorang warga diamankan polisi saat terjadinya kericuhan di Pulau Rempang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

|
Editor: Darwin Sijabat
Tribun Batam/ Kolase Tribun Jambi
Seorang warga diamankan polisi saat terjadinya kericuhan di Pulau Rempang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang warga diamankan polisi saat terjadinya kericuhan di Pulau Rempang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Saat itu petugas kepolisian kembali memberikan tembakan peringatan ke udara berkali-kali untuk menenangkan para aksi.

Akhiurnya, tembakan peringatan itu pun membuat beberapa warga mundur lebih jauh.

Aparat gabungan di lokasi terus bekerja ekestra menyingkirkan kayu yang melintang di badan jalan dan ban terbakar ke pinggir hingga pada pukul 19.21 WIB.

Tampak di lokasi asap sisa pembakaran membumbung ke udara.

Petugas gabungan terus maju di area simpang Sembulang, Kecamatan Galang.

Dilansir dari Tribunbatam.id, petugas kepolisian terlihat menggiring seorang warga yang telanjang dada.

Baca juga: Kisruh Kepengurusan DPD Partai Garuda Provinsi Jambi, Caleg Menarik Diri, 11 Kab Kota Kosong

Baca juga: Simak Info Gempa Hari Ini Jumat 8 September 2023, BMKG Catat Gempa di Pariaman Sumbar

Baca juga: Muhaimin Iskandar Usai Diperiksa KPK Soal Dugaan Korupsi Proteksi TKI: Sudah Jelaskan yang Saya Tahu

Diduga warga tersebut dicurigai sebagai provokator, dan saat diamankan bersama botol yang diduga sebagai bol molotov.

"Kau yang tadi lempar barang ini ke kami kan," tanya petugas reserse menginterogasi terduga provokator teresebut.

Pria tersebut mengatakan dengan tegas bahwa ia sama sekali bukan provokator seperti yang dituduhkan.

Dia juga menolak mengakui botol diduga bom molotov adalah miliknya.

Bau asap pekat gas air mata menyelimuti jalanan dan udara Trans Barelang, Simpang Sembulang, Kecamatan Galang, Kamis (7/9/2023) malam.

Di lokasi asap pekat hasil pembakaran kayu hingga ban mobil membubung di udara.

Ditengah temaram lampu, suara polisi memperingati warga agar berhenti melalukan perlawanan dan segera pulang ke rumah masing-masing terus bergaung.

Baca juga: Profil Ismeth Abdullah, Eks Gubernur Pertama Kepri Jadi Caleg DPD RI Masuk Daftar Eks Napi Korupsi

Pantauan Tribunbatatam.id, warga tak mengindahkan himbauan dan peringatan tersebut. Perlawanan terus dilakukan warga hingga pukul 19.00 WIB.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved