Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen 23 Agustus 2023 - Bersiap Menghadapi tantangan Kehidupan
Bacaan ayat: 1 Petrus 4:11 (TB) Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang
Renungan Harian Kristen 23 Agustus 2023 - Bersiap Menghadapi tantangan Kehidupan
Bacaan ayat: 1 Petrus 4:11 (TB) Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.
Oleh Pdt Feri Nugroho
Beberapa orang bertanya, apakah yang harus saya lakukan dalam kehidupan sebagai orang Kristen?
Beberapa jawaban yang muncul, antara lain: hiduplah benar sesuai dengan standar hidup dalam kasih; atau hiduplah meneladani kehidupan Kristus ketika Ia ada di bumi; atau beribadahlah dengan rajin, tekun membaca Alkitab dan jangan jemu berdoa.
Tentu jawaban tersebut brilian, mengingat bahwa hidup dalam Kristen memang diarahkan secara demikian.
Persoalannya kehidupan tidak sesederhana yang diekspektasikan, bukan? Seseorang bisa mengontrol diri untuk berlaku baik dan benar. Itu baik.
Masalahnya seseorang harus berhadapan dengan konteks dimana ia tinggal. Ia bisa berjumpa dengan 'sang liyan' (sesama yang lain, yang berbeda-beda dalam banyak hal).
Seseorang hidup di alam yang sering tidak terkontrol keadaannya.
Alam bisa brutal tak terkendali, dan melibas apapun tanpa pandang bulu. Hasilnya? Duka dan nestapa!
Petrus menulis suratnya untuk jemaat Tuhan sebagai orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia.
Dengan sengaja ia menyematkan dan menyebut mereka sebagai orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah.
Identitas baru ini menjadi penting ditegaskan ulang agar mereka terus diingatkan akan pembaharuan yang telah terjadi dalam Kristus Yesus.
Dikaitkan dengan perjumpaan mereka dengan 'sang liyan', mereka dapat tampil dengan percaya diri dengan identitas yang baru.
Hal ini tentu ditandai dan diperlihatkan dengan cara hidup yang 'berbeda' saat bersanding dengan 'sang liyan'; bukan untuk mengangkat diri sebagai hakim dan menghakimi mereka yang tidak sama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/18112020_feri-nugroho.jpg)