Berita Kota Jambi
Hadir di Politeknik Pusri, Fasha Berikan Kiat Bersaing di Dunia Kerja Bagi Mahasiswa Baru
Fasha menjelaskan, saat ini Indonesia dihadapkan pada kondisi bonus demografi yang harus dikelola dan dipersiapkan dengan baik
Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Rahimin
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Wali Kota Jambi H Syarif Fasha kembali menginjakkan kaki ke kampus tempatnya dulu kuliah.
Fasha hadir di Kampus Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Palembang, Senin (21/8/2023).
Kehadiran Fasha untuk menginspirasi mahasiswa terkait tantangan dan peluang dunia kerja bagi alumni politeknik.
Alumnus Polsri 1987 ini sukses memberikan khazanah cakrawala pemikiran baru bagi 3.000 mahasiswa baru yang hadir 'on site' maupun yang mengikuti secara daring.
Acara yang dihadiri Fasha ini rangkaian kegiatan Pendidikan Dasar Kedisiplinan (Diksarlin) bagi mahasiswa baru Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Palembang tahun akademik 2023/2024.
Hadir dalam kesempatan itu, Direktur Polsri Palembang, Dr Ing H Ahmad Taqwa M.T dan sejumlah alumni sukses dari kampus politeknik negeri di Sumatera Selatan tersebut.
Di depan mahasiswa baru, Fasha mengenang masa awal pendidikan sebagai mahasiwa Politeknik Negeri Sriwijaya, memiliki keunggulan tersendiri.
Menurut Fasha, di kampus politeknik, mental dan jiwa kepemimpinan ditempa sedari dini.
"Awal masuk politeknik kami dididik latihan militer. Kenapa, karena itulah yang menempa kami menjadi sukses saat ini. Karena kami dididik untuk disiplin, jujur, setia, loyalitas, kekompakan, mampu memimpin, dan berani. Kalian harus bangga saat ini menjadi bagian kampyus ini," katanya.
Fasha menjelaskan, saat ini Indonesia dihadapkan pada kondisi bonus demografi yang harus dikelola dan dipersiapkan dengan baik.
"Kalian adalah Generasi Z yang saat ini jumlahnya 27,4 persen dari total populasi Indonesia saat ini. Kalian saat ini adalah bonus demografi bangsa ini. Jika kalian tidak memiliki daya saing, maka kalian adalah bagian dari bencana demografi bangsa ini," tegas Wali Kota Jambi dua periode itu.
Kondisi Indonesia saat ini jelas Fasha, daya saing tenaga kerjanya menempati posisi nomor 4 di ASEAN, masih relatif rendah dengan skor 74,4 persen dari rata-rata ASEAN sebesar 78,2 persen.
"Kita masih kalah dari Filipina, Thailand dan Vietnam dan Laos untuk urusan daya saing tenaga kerja. Solusi kongkritnya adalah merombak sistem pendidikan di Indonesia, dengan memperbanyak pendidikan vokasi yang meningkatkan kapasitas SDM yang kompetitif dan produktif. Saingan kalian se-Indonesia adalah 8,3 juta orang, akan berkompetisi merebutkan lapangan pekerjaan. Kalian harus mengatur strategi dari sekarang," ujarnya.
"Selain hardskill, kalian harus bekali diri dengan soft skill. Pengetahuan, adaptasi sosial, spiritualitas, keterampilan lainnya, dan jiwa entrepreneurship. Lalui kehidupan kampus dengan terus mengasah kemampuan diri, jangan habisi waktu dengan berkeluh kesah, mengeluh, karena angin tidak berhembus untuk menggoyang pepohonan, melainkan untuk menguji akarnya," sambung Fasha.
Untuk diketahui, Fasha terbilang sebagai kepala daerah yang sangat aktif masuk kekampus untuk berbagi kiat sukses dan motivasi kepada mahasiswa.
Revitalisasi Jalan Orang Kayo Pingai Terus Berjalan, Pemkot Jambi Rencanakan Lelang Pedestrian |
![]() |
---|
Wali Kota Jambi Usulkan Penambahan Armada Sampah, Sebut Banyak Truk Sudah Tua |
![]() |
---|
Wali Kota Maulana Tinjau Proyek Drainase untuk Cegah Banjir di Simpang Rimbo Jambi |
![]() |
---|
Wali Kota Jambi Lantik Direksi Baru BUMD PT Siginjai Sakti |
![]() |
---|
Pendapatan Sektor Parkir di Kota Jambi 2025 Menurun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.