Hasil Identifikasi DLH Tebo, Limbah Pabrik Terbukti Cemari Sumur Warga

Pj Bupati Tebo, H Aspan turun langsung ke perusahaan seusai mendengar keluhan masyarakat terkait pencemaran oleh limbah pabrik perusahaan itu.

|
Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Wira Dani Damanik
Pj Bupati Tebo, H Aspan turun langsung ke perusahaan seusai mendengar keluhan masyarakat terkait pencemaran oleh limbah pabrik perusahaan tersebut. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARATEBO - Penjabat (Pj) Bupati Tebo, H Aspan turun langsung ke sebuah perusahaan seusai mendengar keluhan masyarakat terkait pencemaran oleh limbah pabrik perusahaan itu.

Pihak Pemkab Tebo, langsung menerjunkan tim identifikasi untuk melakukan uji sampel.

Hasil dari identifikasi tersebut, PH Air di sekitar lokasi pabrik sudah tidak layak dikonsumsi dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari oleh masyarakat sekitar.

Menanggapi persoalan itu, Aspan pun meminta persoalan tersebut agar dicarikan solusi bersama.

"Kalau kami mau, kami tuntut seperti aturan hukum yang ada. Tapi intinya pertemuan kami ini menghasilkan solusi bersama," katanya, Minggu (13/8).

Ia berharap adanya penyelesaian yang disepakati bersama dan k edepan dijalankan dengan baik.

"Jadi dari hasil identifikasi kami ini, perusahaan tahu berbuat apa, masyarakat melakukan apa dan ketika sudah kami sepakati maka ke depan ini yang sama-sama kami kontrol," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kebupaten Tebo, Eko Putra, yang menurunkan tim identifikasi, menyebutkan bahwa hasil pengecekan sampel air di beberapa titik lokasi dekat pabrik, didapati bahwa memang benar PH air yang berada di dekat pembuangan limbah tidak layak dikonsumsi.

"Setelah kami identifikasi jarak Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) harus segera diperbaiki karena jarak pembuangan dengan sungai terlalu dekat, kemungkinan besar rembes," kata Eko.

Selain itu, cerobong asap pabrik yang tidak cukup hanya dibersihkan tetapi harus susuai dengan pengelolaan yang tepat.

"Untuk asap kami tidak bisa mengambil sampel karena sudah dua kali ke lokasi, parbrik mesin selalu dimatikan," ujarnya.

Pihaknya pun mengambil sampel air di lokasi berbeda-beda dari sebelumnya untuk diuji Ke laboratorium Jambi.

"Waktu keluar hasil LAB dua hari nanti kami sampaikan hasilnya," ujar Eko.

Eko menambahkan bahwa pihaknya terus mengingatkan perusahaan untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat sekitar yang terdampak langsung.

Ia pun mengungkapkan keluhan masyarakat yang diterima olehnya bahwa timbulnya berbagai macam penyakit akibat limbah tersebut, seperti, rambut kepala tidak tumbuh, sakit mata.

"Karena Komunikasi yang tidak harmonis masyarakat di sekitar menjadi resah," ucap Eko.

Baca juga: Kades di Tebo akan Disidang Adat Malam Ini, Diduga Selingkuh dengan Bendaharanya hingga Hamil

Baca juga: Serapan APBD Pemkab Tebo Baru 45,38 Persen, Serapan Dinas PUPR Paling Rendah

Baca juga: Kabupaten Tebo Mendapat Kuota Sebanyak 395 PPPK Tahun Ini

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved