Pileg 2024

Ingin Perjuangkan Aspirasi Masyarakat, Sahrudin Si Tukang Air Galon Asal Mestong Nekat Nyaleg

Seperti halnya Sahrudin. Pria kelahiran 1987 ini merupakan seorang pengantar galon air isi ulang dikawasan Sebapo Kecamatan Mestong.

Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Ist
Ingin Perjuangkan Aspirasi Masyarakat, Sahrudin Si Tukang Air Galon Asal Mestong Nekat Nyaleg 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Selain politikus senior, sejumlah figur muda juga bakal meramaikan pesta demokrasi pada pemilihan legislatif 2024 mendatang.

Mereka yang berani untuk bertarung pada pileg 2024 mendatang berasal dari berbagai latar belakang, bahkan ada yang berani mengorbankan status ASN, kepala Desa. Selain itu, pengusaha, petani, bahkan tukang galon air keliling atau depot isi ulang pun ikut mengadu nasib.

Seperti halnya Sahrudin. Pria kelahiran 1987 ini merupakan seorang pengantar galon air isi ulang dikawasan Sebapo Kecamatan Mestong. Bermodalkan motor lawasnya, ia berkeliling pemukiman untuk mengantarkan air minum kepada masyarakat. Setali tiga uang, selain menjual air, dia sekaligus menjual dirinya kepada masyarakat untuk dipilih pada pesta demokrasi nanti.

Dia memberanikan diri untuk terjun ke dunia politik dengan perahu Partai Amanat Nasional (PAN) dapil IV Mestong - Sungai Bahar.

Kepada tribunjambi.com dia menyebut jika dirinya sudah lama ingin berkiprah didunia politik, namun baru kali ini dia benar-benar menunjukkan keberanian itu.

Dia ingin berbuat lebih banyak kepada masyarakat, karena dirinya merasa banyak aspirasi masyarakat yang tidak tersalurkan.

"Sudah bertahun-tahun jadi tukang antar air galon, jadi sudah tau apa keluhan yang masyarakat alami. Makanya saya bertekad untuk maju di pileg 2024 mendatang, mudah-mudahan menang. Jika saya menang, saya akan perjuangkan aspirasi masyarakat," kata Sahrudin.

Sewaktu remaja, dia juga aktif diberbagai organisasi kampus, bahkan dia pernah menjabat sebagai ketua ikatan mahasiswa Mestong, ketua remaja masjid dan organisasi lainnya.

Lulusan fakultas Ushuluddin UIN STS Jambi tahun 2011 itu menyebut jika dirinya terlahir dari keluarga sederhana. Dia merupakan anak dari almarhum M Said yang bekerja sebagai tukang pandai besi di Desa Sebapo Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi.

Lulus kuliah, dirinya pernah mengadu nasib diberbagai tempat, bahkan dia pernah menjadi pegawai Bank Mandiri di Mestong. Namun karena dirasa kurang ada waktu untuk keluarga dan masyarakat, makanya dia beralih profesi menjadi tukang galon air keliling.

"Disini saya menemukan kenyamanan. Saya buka usaha sendiri, saya kerja sendiri dan waktu saya yang atur, makanya saya memutuskan untuk mengundurkan diri kerja di bank," jelasnya.

Selain akan menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, jika terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, dirinya bertekad untuk menjalankan tugas sebagaimana mestinya.


Katanya, fungsi DPR sudah jelas, pertama legislasi yaitu berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah, kemudian anggaran, kewenangan dalam hal anggaran daerah (APBD), selanjutnya pengawasan. Pengawasan merupakan kewenangan mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah.

"Saya menilai selama ini ada beberapa orang anggota DPR itu yang belum menjalankan fungsi DPR itu dengan semestinya," katanya.

"Jika fungsi ini dijalankan dengan baik, pastilah DPR selalu memperjuangkan hak hak masyarakat. Makanya saya ingin terjun kedua politik ini, mohon dukungan dan

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Ibunda Brigadir Yosua Syok saat Tahu Hukuman Mati Ferdy Sambo Disunat Kasasi MA

Baca juga: Video Jeje Govinda Cium Syahnaz di Depan Jesica Iskandar Disorot, Warganet: Mesranya Kaku Banget

Baca juga: Kubu Ricky Rizal Tak Terima Mahkamah Agung Pangkas Hukuman Jadi 8 Tahun: Itu Putusan Keliru

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved