LIPUTAN KHUSUS

5 Jam Dapat Rp250 Ribu, Dinsos Kota Jambi Ungkap Indikasi Jaringan Gepeng Tersistem

Rifki menuturkan dalam hitungan jam, aktivitas pukul 16.00-21.00 WIB, mereka sudah bisa mendapatkan uang mencapai Rp250 ribu.

Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi
Aktivitas kegiatan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di kawasan Kota Jambi. 

Secara tidak langsung, dengan adanya kesadaran masyarakat, akan memutus rantai pendapatan para gepeng atau PMKS.

Meski demikian, pihaknya selalu melakukan upaya untuk menghilangkan aktivitas tersebut di Kota Jambi.

Di antaranya dengan meningkatkan patroli dan penindakan bersama tim gabungan ataupun patroli rutin. 

Cuma Puluhan Ribu

Beberapa orang PMKS mengungkapkan bagaimana mereka beraktivitas di Kota Jambi.

Seorang perempuan bernama Mak Dewi, pendatang yang baru setahun tinggal di Kota Jambi, menuturkan kesehariannya.

Dia merupakan "manusia gerobak" yang mencari barang rongsokan.

Dia mengaku tinggal di rumah kontrakan daerah Pasir Putih, Kota Jambi.

Di sekitar tempatnya, bukan hanya dia yang menjadi manusia gerobak. Ada banyak tetangganya juga melakukan hal sama.

Mak Dewi menceritakan temannya yang juga mencari barang rongsokan, bisa mendapatkan uang lebih dari sedekah orang karena membawa anak.

"Jadi teman-teman itu pada bawa anak. Jadi, mereka banyak dikasih orang, itulah kenapa penghasilan mereka besar," ujarnya.

Sementara itu, Mak Dewi tidak membawa anak karena anaknya sudah besar-besar.

"Kalau seperti saya yang cuma mengandalkan mencari barang rongsokan ini, palingan banyak Rp25 ribu sehari, tapi setiap hari ada juga orang yang bersedekah," katanya.

Sementara itu, Kentung PMKS yang kerap berada di Jalan DI Panjaitan, mengaku tidak memiliki tempat tinggal tetap di Jambi.

Dia dahulu tinggal menumpang orang yang berdomisili di sekitar Puncak.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved