LIPUTAN KHUSUS

5 Jam Dapat Rp250 Ribu, Dinsos Kota Jambi Ungkap Indikasi Jaringan Gepeng Tersistem

Rifki menuturkan dalam hitungan jam, aktivitas pukul 16.00-21.00 WIB, mereka sudah bisa mendapatkan uang mencapai Rp250 ribu.

Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi
Aktivitas kegiatan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di kawasan Kota Jambi. 

Rifki mengatakan satu set kostum yang dikenakan untuk beraksi harganya cukup mahal. Tentu, pelaku membutuhkan modal untuk mendapatkan itu.

"Berbagai spekulasi bisa saja, termasuk adanya pemodal. Misal pelaku pengamen badut tadi menyewa kostum dengan seseorang, atau lainnya bisa saja. Dalam artian ada pemodalnya," tandasnya.

Kembali lagi

Rifki mengatakan persoalan gepeng atau PMKS berkembang menjadi permasalahan yang serius.

Dia menuturkan setiap kali mereka ditertibkan dan diberi pembinaan, tidak sedikit di antaranya yang memilih untuk kembali mengulangi aktivitas tersebut.

"Karena dari hasil penindakan dan pembinaan yang kita lakukan, alasan mereka melalui cara itulah yang paling gampang untuk mengumpulkan uang. Dan hasilnya juga cukup besar," ujarnya.

Beralih profesi

Rifki memaparkan temuan menarik soal seseorang yang beralih profesi.

"Bayangkan saja, ada satu kasus yang sempat kita tangani. Dia ini dulunya tukang ojek, sekarang beralih menjadi gepeng. Alasannya satu, penghasilannya lebih besar, meskipun harga diri mereka terjual," sambungnya.

Rifki menuturkan dalam hitungan jam, aktivitas pukul 16.00-21.00 WIB, mereka sudah bisa mendapatkan uang mencapai Rp250 ribu.

"Dibanding pekerjaannya yang lama, belum tentu dengan waktu yang terbilang singkat tadi bisa mendapatkan uang segitu," ujarnya.

"Bagi sebagian orang memang cukup menggiurkan," sebutnya.

Di sisi lain, masih ada budaya di masyarakat yang belum menyadari hal tersebut.

Masih mudah iba dan rasa kasihan, sehingga pelaku menilai kegiatan yang dilakukannya cukup menjanjikan jika dijadikan mata pencaharian.

Kondisi itu berbeda dengan kota-kota besar lain. Di sana masyarakatnya sudah sadar akan fenomena seperti itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved