DPRD Provinsi Jambi

DPRD Provinsi Jambi Minta Gubernur Mengoptimalkan Sumber PAD

Fraksi PDI Perjuangan meminta agar gubernur dapat mengoptimalkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan melakukan efektivitas belanja,

Penulis: Sopianto | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Sopianto
Juru Bicara PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jambi Abdul Khafid Moien 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Fraksi PDI Perjuangan meminta agar gubernur dapat mengoptimalkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan melakukan efektivitas belanja, serta menutup celah lost potential income dan inefisiensi anggaran yang masih terjadi di beberapa sektor.

Itu bisa dilakukan dengan mengkaji ulang kerjasama dengan pihak ketiga, seperti konstribusi BOT kepada Pemerintah Provinsi Jambi.

Hal itu disampaikan juru bicara PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jambi Abdul Khafid Moein pada saat penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi.

Kata dia, pada kesempatan ini, fraksi PDI Perjuangan juga meminta penjelasan secara detail sejauh mana perjanjian Pemprov Jambi dalam pengelolaan aset daerah yang kerjasamanya dengan pihak ketiga.

"Tentu kita semua sepakat, tidak menginginkan ada kerja sama dengan pihak ketiga yang tidak menguntungkan bagi Pemerintah Provinsi Jambi," ungkapnya.

Menurutnya, bila dilihat secara utuh ternyata ketergantungan Pemerintah Provinsi Jambi dengan Pemerintah Pusat masih cukup tinggi.

Baca juga: PAD Jambi Kecil, Fraksi PDI Perjuangan Soroti Ketergantungan Anggaran ke Pemerintah Pusat

Baca juga: PPP Yakin Presiden Jokowi Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024: Secara Natural dan Rasional

Hal ini terbukti PAD murni berkontribusi hanya 35,95 persen ditambah dengan pendapatan lain-lainnya, ini membuktikan ketergantungan Pemerintah Provinsi Jambi terhadap bantuan dana dari Pemerintah Pusat cukup tinggi.

Begitupun pada sisi PAD, Fraksi PDI Perjuangan berpandangan, selama ini PAD Provinsi Jambi selalu didominasi pajak daerah khususnya kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB).

"Dari berbagai penjelasan gubernur dalam rapat paripurna sebelumnya, kami tidak menemukan penjelasan besaran kontribusi BUMD dalam peningkatan PAD," kata Khafidh Moien.

"Kami menilai kinerja BUMD belum mampu memberikan sumbangan signifikan pada PAD, ini membuktikan pemerintah masih belum optimal dan kreatif serta inovatif dalam mengelola BUMD yang ada," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Sopianto)

 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: PPP Yakin Presiden Jokowi Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024: Secara Natural dan Rasional

Baca juga: PAD Jambi Kecil, Fraksi PDI Perjuangan Soroti Ketergantungan Anggaran ke Pemerintah Pusat

Baca juga: Kapolri Jenderal Lsityo Diminta Lebih Intensif Pembinaan Anggota, Buntut Kasus Polisi Tembak Polisi?

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved