Penampakan Pesawat Pribadi Kepala Basarnas yang Jadi Tersangka, "Sekennya Seharga Rp 2 Miliar"

Tidak tanggung-tanggung, Henri Alfiandi ke Jambi menggunakan pesawat pribadi. Seperti apa penampakan pesawatnya?

Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUN JAMBI/YON RINALDY
Pesawat pribadi yang digunakan Kepala Basarnas Ri Henri Alfiandi saat ke Jambi 16 Juni 2023 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya Henri Alfiandi yang tersangkut dugaan kasus suap, belum lama ini berkunjung ke Jambi.

Tidak tanggung-tanggung, Henri Alfiandi ke Jambi menggunakan pesawat pribadi. Seperti apa penampakan pesawatnya?

Marsekal Madya Henri Alfiandi saba ke Jambi pada Jumat (16/6/2023).

Ia sendiri yang menjadi pilot pesawat kecil dari Bogor menuju Jambi.

Bodi pesawat tersebut didominasi warna putih. 

Dengan strip warna kuning kunyit, merah dan biru. Pesawat memiliki baling-baling di bagian depan kepala. Lalu untuk penopang, terdapat tiga roda, dua di sisi kiri dan kanan, satu di bagian depan

Henri mengunakan pesawat berbadan kecil dengan nomor registrasi penerbangan PK-S211 PIC. Ia mengaku, ini merupakan hobinya.

 

Selain karena hobi, Henri Alfiandi juga mengaku  sekaligus memperkenalkan penerbangan umum kepada masyarakat.

Baca juga: Ternyata Kepala Basarnas yang Kena OTT KPK dan Jadi Tersangka Sempat ke Jambi: Pakai Pesawat Pribadi

"Penerbangan umum ini tidaklah mahal dan cukup efisien waktu," ujarnya ketika itu.

 

Pesawat badan kecil tersebut menurutnya memiliki harga yang kurang lebih sama dengan harga mobil Toyota Alphard.

Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya Henri Alfiandi (tengah) saat di Jambi, 16 Juni 2023
Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya Henri Alfiandi (tengah) saat di Jambi, 16 Juni 2023 (TRIBUN JAMBI/YON RINALDY)

Kalau untuk pesawat seken atau bekas, kata dia harganya mulai dari Rp 1,5 miliar sampai Rp 2 milliar.

Baca juga: Kepala Basarnas Marsdya Henri Alfiandi Tersangka, Bulan Lalu Terbang ke Jambi Bawa Pesawat Sendiri

Selian itu, bahan bakarnya juga mudah ditemukan di pasaran karena mengunakan Pertamax Turbo.

 

Untuk landasan juga tidak memerlukan landasan yang panjang, landasan pe dek sekitar 100 sampai 500 sudah mampu untuk menunjang operasional pesawat jenis ini.

 

 

Henri Alfiandi sendiri akan memperjuangkan regulasi dan perizinan penerbangan umum ini agar lebih mudah lagi di Indonesia.

Baca juga: BREAKING NEWS Jumlah Pejabat Basarnas yang Diamankan KPK dalam OTT Jadi 10 Orang, Ada TNI

"Kita harap penerbangan umum ini bisa terus berkembang, baik untuk tranportasi masyarakat atau pariwisata," pungkasnya.

Untuk diketahui Henri diduga menerima suap senilai Rp 88,3 miliar.

Menurut Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, suap itu diterima melalui orang kepercayaannya, Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas Letkol Adm Afri Budi Cahyanto.

Suap itu diberikan oleh sejumlah pihak swasta terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Basarnas RI.

“Henri bersama dan melalui Afri diduga mendapatkan nilai suap dari beberapa proyek di Basarnas pada 2021 hingga 2023 sejumlah sekitar Rp 88,3 miliar,” kata Alex dalam konferensi pers di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2023).

 

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved