Berita Jambi
Kasus Korupsi di Jambi Bak Kejahatan Terselubung, Pengamat Minta Kejati Lebih Berani
Kasus korupsi di Provinsi Jambi cukup menggemparkan, mulai dari para tersangka hingga nominal kerugian negara.
Penulis: Abdullah Usman | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus korupsi di Provinsi Jambi cukup menggemparkan, mulai dari para tersangka hingga nominal kerugian Negara.
Pengamat Universitas Jambi Sahuri Lasmadi menilai, kalau dari kacamata pengamat tindakan korupsi ini merupakan kejahatan siluman dan terselubung.
Dimana para pelakunya paling sedikit itu dua orang bahkan bisa lebih. Kalau menurut pengamat, pihak Kejati harus menegakan aturan tersebut lebih tegas lagi.
"Dalam artian, tidak hanya mereka yang orang besar saja namun juga perkara korupsi yang kecil juga harus ditindak karena itu juga termasuk menyengsarakan rakyat, " jelasnya.
Dan keberanian itu juga sangat diperlukan, karena korupsi ini banyak interaksinya, mulai dari pejabat hingga lingkup lainnya.
Terkait kasus Bank Jambi lanjutnya, saya apresiasi Kejati yang cukup berani, selain terkenal juga tersangkanya masih memiliki kekuasaan.
Baca juga: Kasus Korupsi di Jambi Cukup Menggemparkan, Kajati: Tergantung dari Sudut Pandang
Baca juga: Harga Sawit di Jambi Hari Ini Naik Tipis, Di Pabrik TBS Rp 2.322, Karet Rp7-8.000 per Kg
"Dan bila perlu kalo berani Gubernur, Bupati tidak masalah namun yang kecil juga jangan diabaikan juga, minimal kejutan biar ada efek jera, " tuturnya.
Terutama kasus kasus korupsi yang berkaitan langsung dengan masyarakat, misal terkait pembangunan jalan, jembatan, bantuan sosial, bantuan pupuk yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
Jaksa juga diminta harus lebih jeli dalam melakukan penanganan kasus korupsi, terkadang korupsi ini dimulai dari perencanaan terlebih dahulu peran jaksa bisa melakukan langkah awal dengan cara pencegahan dini.
"Kata kuncinya itu tadi, Kejati itu harus lebih berani lagi. Ketika mereka mentersangkakan orang yang lagi berkuasa atau memiliki jabatan tinggi tentu itu akan menjadi nilai lebih dan orang akan lebih takut lagi, " tuturnya.
Selain itu, selain penanganan tersangka nya namun mereka jangan juga abaikan kasus korupsinya. Misal kasus korupsi pembangunan gedung, jembatan atau jalan. Karena terjerat kasus korupsi pembangunannya jadi mangkrak dan itu sangat merugikan masyarakat.
"Mungkin itu juga sebagai masukan juga, kedepan agar hal seperti tadi bisa dipertimbangkan juga, meskipun kasus berjalan progres tetap jalan bagaimanapun caranya," tandasnya. (Tribunjambi.com/Abdullah Usman)
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Vonis 4 Terdakwa Kasus Suap Ketok Palu RAPBD Jambi Ditunda, Hakim Sakit
Baca juga: Harga Sawit di Jambi Hari Ini Naik Tipis, Di Pabrik TBS Rp 2.322, Karet Rp7-8.000 per Kg
Baca juga: Download Lagu MP3 Nike Ardilla dan Indah Yastami Full Album, Pakai MP3 Juice atau YTMP3 Tanpa Web
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/17072023-sahuri-lasmadi.jpg)