Prof Maisah Tepis Stigma Orang Tentang Perempuan Kampung Tidak Penting Berpendidikan
Prof. Dr. Maisah, M.Pd.I satu di antara tujuh bakal calon rektor UIN Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi yang maju tahun 2023 ini.
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Karena terhimpit kondisi ekonomi dia bahkan rela menyetrika pakaian keluarga dosen demi mendapatkan pundi-pundi rupiah.
Tawaran membantu dosen seperti itu bukanlah hal biasa bagi dia, ada kepercayaan dari sang dosen untuk membantu mahasiswanya secara emosional dari sisi ekonomi.
"Uangnya bisa dipakai untuk bayar kos atau biaya kuliah," ia mengisahkan.
Ternyata perjuangannya berbuah manis ia mampu menyelesaikan pendidikan Strata 1 dalam kurun waktu 3 tahun 8 bulan.
Semua seolah berpihak padanya, kala itu menjadi dosen masih bisa menggunakan gelar strata satu dan masuklah ke UIN STS Jambi.
Kemudian karirnya terus menanjak seiring ia mengambil pendidikan master, lalu doktor.
"Kampus S3 saya dahulu dijuluki Universitas neraka jahanam karena masuknya mudah keluarnya gampang. Tetapi saya lulus tepat waktu," jelas dia.
Sampai dengan mendapatkan gelar guru besar, ucapan orang-orang akhirnya terbantahkan.
Dia perempuan pertama yang mendapatkan gelar guru besar di UIN STS Jambi tahun 2016.
Impiannya secara tidak langsung perlahan-lahan terus tercapai, dan membuat orang-orang bahkan tidak tidak percaya akan hal tersebut.
Dirinya mengambil pelajaran bahwa hak-hak perempuan perlu terpenuhi, terutama dalam hal pendidikan.
"Jadi perempuan memang bukan tulang punggung, tetapi kita harus bisa mengandalkan diri sendiri," dia mengungkapkan.
Akhirnya, kehidupannya mengajarkan banyak mimpi-mimpi perempuan harus ia utamakan.
Setiap kegiatannya, selalu melibatkan perempuan untuk memberikan peluang berkontribusi.
"Apapun itu saya utamakan perempuan," kisahnya.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Ini Penjelasan Grivan Magner Usai Dicopot Dari Jabatan Ketua DPD Partai Garuda Provinsi Jambi
Baca juga: Sinopsis Revenant Episode 7, Hantu Lapar
Baca juga: Dalam Rangka Hari Adhyaksa ke-63, Kejati Jambi Gelar Seminar Nasional
Ahmad Sahroni ke Singapura, Massa Gasak Isu Rumah dan Teriak "Duit Rakyat" |
![]() |
---|
Demo Ricuh di Jambi, Psikolog Ungkap Peran Media Sosial dalam Menggiring Emosi Massa |
![]() |
---|
Terungkap Misteri Keberadaan Ahmad Sahroni saat Rumah Dijarah Massa |
![]() |
---|
Suasana Hening, Gedung DPRD Jambi Menyisakan Puing dan Sampah Pasca Aksi Massa |
![]() |
---|
Perintah Tegas Presiden Prabowo: TNI-Polri Siaga, Redam Aksi Anarkis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.