Jalan Tol Jambi Betung
6 Fakta Uang Ganti Rugi yang Diterima Mbah Taryo dari Proyek Jalan Tol Jambi-Betung
Sutaryo atau Mbah Taryo (64) adalah warga yang menerima ganti rugi terbesar dari pembangunan Jalan Tol Jambi-Betung di Desa Muaro Sebapo, Muarojambi.
TRIBUNJAMBI.COM - Sutaryo atau Mbah Taryo (64) adalah warga yang menerima ganti rugi terbesar dari pembangunan jalan tol Jambi-Betung di Desa Muaro Sebapo, Kabupaten Muarojambi.
Dengan tanah seluas 2 hektare lebih yang ia miliki, Mbah Taryo mendapatkan ganti rugi sebesar Rp19,5 miliar. Kini dari uang ganti rugi itu, Sutaryo membangun rumah mewah di Desa Muaro Sebapo, Kabupaten Muarojambi.
Rumahnya terlihat mencolok karena berada di dekat kebun karetnya, semak-semak dan tanah lapang.
"Kalau uang ganti ruginya itu capai Rp19,5 miliar," ujar Sutaryo kepada Tribun Jambi, Selasa (11/7/2023).
Ada yang menarik dari pembangunan rumah mewah Mbah Taryo.
Rumah yang dulunya kebun karet itu, pada tahun 2006 menjadi tempat penanaman karet bagian dari program pemerintah sejuta hektare karet rakyat.
Lalu seperti apa fakta dari pembangunan jalan tol di Jambi dan uang ganti ruginya?
Mendadak Miliarder
Pensiunan PNS Dinas Perkebunan Batanghari, Sutaryo alias Mbah Taryo, mendadak jadi miliarder.
Baca juga: Di Rumah Mewah Mbah Taryo Miliarder Jalan Tol Jambi-Betung, Dulu Ada Pohon Karet yang Ditanam JK
Baca juga: Siapa Cawapres Anies Baswedan di Piilpres 2024? akan Diumumkan Usai Pulang Haji?
Dia mendapatkan kompensasi atau ganti untung atas tanahnya yang kena dalam proyek jalan tol Jambi-Betung di Muaro Sebapo.
Ada 2 hektare kebun karetnya yang masuk dalam peta jalan tol. Dia diberikan imbalan Rp 19,5 miliar.
Informasi yang dihimpun Tribun, dari ratusan orang yang tanahnya dilepaskan jadi jalan tol, Mbah Taryo merupakan penerima ganti rugi terbesar.
"Kalau uang ganti ruginya itu capai Rp19,5 miliar," ujar Sutaryo, Selasa (11/7/2023).
Uang yang telah diterimanya itu, sebagian telah digunakan untuk membangun rumah mewah.
Sutaryo saat ditemui di rumah sementaranya. Dia mendapatkan uang pengganti tanahnya yang jadi bagian dari proyek jalan tol Jambi-Betung hingga Rp 19,5 miliar (TRIBUNJAMBI.COM/DEDDY RACHMAWAN)
Saat ini pembangunan rumah mewah itu masih tahap pengerjaan. Namun dari konstruksi yang sudah dibuat, terlihat bangunan itu cukup besar.
Rumah dua lantai itu sedang dalam proses pembangunan. Tampilannya sangat mencolok.
Maklum saja rumah besar itu berada di dekat hamparan kebun karet, semak dan tanah bekas lapangan.
Sejumlah tukang tampak sedang mengerjakan tugasnya masing-masing untuk membangun rumah itu.
Meski masih dalam proses pengerjaan, bentuk rumah mewah milik Sutaryo itu sudah terlihat.
Sutaryo bukanlah orang baru di sana. Dia juga bukan baru-baru ini membeli tanah yang diganjar dengan nominal sangat besar itu.
Baca juga: Cabang Olahraga Arung Jeram Porprov Jambi di Sungai Sijenjang Pertandingkan Kategori Slalom Rafting
Dia mengatakan, sudah sejak tahun 1960 dia tinggal di kampung itu dan bangun kebun karet.
Ayahnya pada masa penjajahan Belanda, bekerja di perkebunan karet.
Soal pembangunan tol, ia mengapresiasi proyek prioritas menghubungkan daerah-daerah di Sumatera tersebut.
"Secara nurani ini untuk kepentingan negara, ya saya setuju saja. Apalagi saya ini pensiunan PNS, " kata Sutaryo yang kemarin ditemani anak bungsunya.
Ada kisah menarik di tanah yang kini dibangun rumah anyar Sutaryo.
Lapangan dekat rumahnya dikenal oleh warga dengan nama Lapangan JK atau Lapangan Jusuf Kalla.
Penamaan itu lantaran saat JK menjadi wakil presiden, JK pernah ke sana pada 2006.
"Ingat ga dulu ada program penanaman karet satu juta hektare. Nah dulu Pak JK nanamnya di sini, " kenangnya sembari menoleh ke belakang. Ia menunjuk caping yang tergantung.
Pengakuannya itu adalah caping yang dipakai JK saat menanam karet di sana. Masih jelas terbaca tulisan di caping itu.
Selain tertera tulisan tahun 2006 ada pula tulisan "Tahun Kebangkitan Karet Rakyat Jambi".
Lalu di mana pohon karet yang dulu ditanam Jusuf Kalla?
Baca juga: Terkuak! AL Mantan Anggi Pengantin Baru Viral COD Ayam Geprek Nangis Diminta Ganti Biaya Nikahan
"Ya ditebang. Itu posisinya di rumah baru, persisnya di ruangan yang akan jadi kamar utama, " kata Sutaryo tertawa sembari menunjuk rumah mewahnya.
Mbah Sutaryo Dapat Paling Banyak
Rumah dua lantai itu sedang dalam proses pembangunan. Tampilannya sangat mencolok. Maklum saja rumah besar itu berada di dekat hamparan kebun karet, semak dan tanah bekas lapangan.
Sejumlah tukang tampak sedang mengerjakan tugasnya masing-masing untuk membangun rumah itu.
Meski masih dalam proses pengerjaan, bentuknya sudah terlihat. Rumah mewah itu merupakan milik Sutaryo (64). Ia membangun rumah itu dari uang ganti untung pembangunan Jalan Tol Jambi-Betung, Sumatera Selatan.
Sutaryo adalah warga Desa Muara Sebapo, Kabupaten Muaro Jambi yang tanahnya dilewati jalan tol. Jalan tol itu sendiri sejak bulan lalu sudah mulai dikerjakan.
Sembari mengisap rokoknya, Sutaryo yang ditemui di rumah sementaranya, yang berupa rumah papan sangat sederhana, tak jauh dari rumah yang sedang ia bangun, Selasa (11/7).
Adanya proyek pembangunan jalan tol Trans Sumatera di Jambi membuat Sutaryo menjadi miliarder dadakan. Tanahnya seluas 2 hektare lebih terkena proyek pembangunan jalan tol. Tanah itu memiliki dua sertifikat.
Tanahnya berada di tepi ruas jalan lintas Jambi-Palembang. Panjangnya dari tepi jalan arteri hingga ke dalam mencapai 483 meter. Dari ratusan jiwa yang tanahnya terkena proyek jalan tol, ia menjadi orang penerima ganti untung terbesar di Muara Sebapo.
"Kalau uang ganti ruginya itu capai Rp19,5 miliar," beber Sutaryo.
Uang itulah yang digunakannya untuk membangun rumah mewah barunya di atas tanah seluas dua tumbuk lebih. Ia juga menuturkan uang ganti rugi itu ia bagi-bagikan ke tiga anaknya juga untuk membeli tanah. Mengenai rumah besar barunya itu, kakek dua cucu itu mengaku ingin rumahnya dijadikan tempat berkumpul keluarga dan warga sekitar. Hidup itu, kata dia, harus bermanfaat.
"Umur manusia itu cuma sebentar. Pangeran Diponegoro itu "umurnya panjang" karena ia bermanfaat, selalu dibicarakan," kata kakek yang mengenakan cincin batu merah delima di jari kirinya.
Baca juga: Tentukan Nasib Vonis Mati Ferdy Sambo, MA Siapkan Lima Hakim Agung
Sutaryo merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Perkebunan, Kabupaten Batanghari. Ia memiliki kebun karet. Ayahnya dulu di zaman Belanda, bekerja di perkebunan karet Belanda. Tahun 1960 an, Sutaryo tinggal di Muara Sebapo.
Terkait pembangunan jalan tol, ia mengapresiasi proyek prioritas untuk menghubungkan daerah-daerah di Sumatera tersebut.
"Secara nurani ini untuk kepentingan negara, ya saya setuju saja. Apalagi saya ini pensiunan PNS," bilang Sutaryo, yang ditemani anak bungsunya.
Ada kisah menarik di tanah yang kini dibangun rumah anyar Sutaryo. Lapangan dekat rumahnya dikenal oleh warga dengan nama Lapangan JK atau Lapangan Jusuf Kalla. Penamaan itu lantaran saat JK menjadi wakil presiden, JK pernah ke sana pada 2006 lalu.
"Ingat ga dulu ada program penanaman karet satu juta hektare. Nah dulu Pak JK nanamnya di sini," kenangnya, sembari menoleh ke belakang.
Ia menunjuk caping yang tergantung. Pengakuannya itu adalah caping yang dipakai JK saat menanam karet di sana. Masih jelas terbaca tulisan di caping itu. Selain tertera tulisan tahun 2006 ada pula tulisan "Tahun Kebangkitan Karet Rakyat Jambi". Lalu di mana pohon karet yang dulu ditanam Jusuf Kalla?
"Ya ditebang. Itu posisinya di rumah baru, persisnya di ruangan yang akan jadi kamar utama," ungkap Sutaryo tertawa sembari menunjuk rumah mewahnya.
Mbah Sutaryo Langsung Bangun Rumah
Proyek Jalan Tol Jambi-Betung kini sedang dalam tahap pengerjaan.
Masyarakat yang kehilangan aset tanah akibat pembantunan jalan tol ini telah mendapatkan ganti untung dari pemerintah.
Satu di antaranya adalah Sutaryo alias Mbah Taryo. Tanahnya yang masuk dalam proyek tol sangat luas.
Baca juga: Cabang Olahraga Arung Jeram Porprov Jambi di Sungai Sijenjang Pertandingkan Kategori Slalom Rafting
Untuk menggantikan tanah itu, pemerintah memberikan imbalas Rp 19 miliar kepada Sutaryo. Uang itu sebagian digunakannya membangun rumah mewah.
Rumah dua lantai itu sedang dalam proses pembangunan. Tampilannya sangat mencolok.
Maklum saja rumah besar itu berada di dekat hamparan kebun karet, semak dan tanah bekas lapangan.
Sejumlah tukang tampak sedang mengerjakan tugasnya masing-masing untuk membangun rumah itu.
Meski masih dalam proses pengerjaan, bentuk rumah mewah milik Sutaryo (64) itu sudah terlihat.
Dia membangun rumah itu dari uang ganti untung pembangunan Jalan Tol Jambi-Betung, Sumatera Selatan.
Sutaryo adalah warga Desa Muara Sebapo, Kabupaten Muaro Jambi yang tanahnya dilewati jalan tol. Jalan tol itu sendiri sejak bulan lalu sudah mulai dikerjakan.
Sembari mengisap rokoknya Sutaryo menerima Tribun Jambi di rumah sementaranya, Selasa (11/7/2023).
Rumah itu berupa rumah papan sangat sederhana, tak jauh dari rumah yang sedang ia bangun.
Adanya proyek pembangunan jalan tol Trans Sumatera di Jambi membuat Sutaryo menjadi miliarder dadakan.
Tanahnya seluas 2 hektare lebih terkena proyek pembangunan jalan tol. Tanah itu memiliki dua sertifikat.
Tanahnya berada di tepi ruas jalan lintas Jambi-Palembang. Panjangnya dari tepi jalan arteri hingga ke dalam mencapai 483 meter.
Dari ratusan jiwa yang tanahnya terkena proyek jalan tol, ia menjadi orang penerima ganti rugi terbesar di Muara Sebapo.
"Kalau uang ganti ruginya itu capai Rp19,5 miliar," ujar Sutaryo.
Uang itulah yang ia gunakan untuk membangun rumah mewah barunya di atas tanah seluas dua tumbuk lebih.
Dia juga menuturkan uang ganti rugi itu ia bagi-bagikan ke tiga anaknya juga untuk membeli tanah.
Mengenai rumah besar barunya itu kakek dua cucu itu mengatakan bahwa ia ingin rumahnya dijadikan tempat berkumpul keluarga dan warga sekitar.
Hidup itu, kata dia, harus bermanfaat.
"Umur manusia cuma sebentar. Pangeran Diponegoro itu umurnya panjang karena ia bermanfaat, selalu dibicarakan," kata kakek yang mengenakan cincin batu merah delima di jari kirinya.
Pensiunan PNS Batanghari
Sutaryo adalah pensiunan PNS di Dinas Perkebunan Kabupaten Batanghari.
Ia memiliki kebun karet. Ayahnya dulu di zaman Belanda bekerja di perkebunan karet Belanda.
Tahun 1960an, Sutaryo tinggal di Muara Sebapo.
Terkait pembangunan jalan tol, ia mengapresiasi proyek prioritas untuk menghubungkan daerah-daerah di Sumatera tersebut.
"Secara nurani ini untuk kepentingan negara, ya saya setuju saja. Apalagi saya ini pensiunan PNS, " kata Sutaryo yang kemarin ditemani anak bungsunya.
Ada kisah menarik di tanah yang kini dibangun rumah anyar Sutaryo.
Lapangan dekat rumahnya dikenal oleh warga dengan nama Lapangan JK atau Lapangan Jusuf Kalla.
Penamaan itu lantaran saat JK menjadi wakil presiden, JK pernah ke sana pada 2006.
"Ingat ga dulu ada program penanaman karet satu juta hektare. Nah dulu Pak JK nanamnya di sini, " kenangnya sembari menoleh ke belakang. Ia menunjuk caping yang tergantung.
Pengakuannya itu adalah caping yang dipakai JK saat menanam karet di sana. Masih jelas terbaca tulisan di caping itu.
Selain tertera tulisan tahun 2006 ada pula tulisan "Tahun Kebangkitan Karet Rakyat Jambi".
Lalu di mana pohon karet yang dulu ditanam Jusuf Kalla?
"Ya ditebang. Itu posisinya di rumah baru, persisnya di ruangan yang akan jadi kamar utama, " kata Sutaryo tertawa sembari menunjuk rumah mewahnya.
Pembangunan Jalan Tol di Sebapo
Jalan tol di Desa Muaro Sebapo Kabupaten Muaro Jambi mencapai 11 kilometer, terbentang dari Desa Sungai Landai hingga Desa Sungai Bertam.
Pembagunan jalan tol di Desa Muaro Sebapo sudah mulai dilakukan sejak awal Juli 2023.
Ada 251 bidang tanah yang dibebaskan, milik 140 kepala keluarga di kawasan desa itu.
Sumirat, Kaur Perencanaan Desa Muaro Sebapo menceritakan alat berat untuk pembagian tol sudah mulai berdatangan sejak awal Juni 2023.
"Awalnya pembangunan ini akan mulai dilakukan setelah Jokowi meletakan batu pertama, tapi ternyata presiden tidak jadi ke sini namun pembagunan sudah langsung di kerjakan," katanya.
Senada Susilo warna Sebapo mengatakan dia sekitar satu bulan ini melihat alat berat bekerja di sana, namun tidak menyangka di sana lokasi pembagunan tol.
"Awalnya saya kita akan dibagun pabrik atau gudang, ternyata untuk pembangunan tol," katanya.
Dalam pantauan Tribunjambi.com saat ini sedang melakukan pengerasan lahan dengan mengunakan baru split.
Progres Pembebasan Lahan
Proses pembebesan lahan untuk pembagunan jalan tol Jambi-Sumsel di Desa Muaro Sebapo, Kabupaten Muaro Jambi hampir 100 persen.
Sumirat, Kaur Perencanaan Desa Muaro Sebapo mengatakan semua tanah warga yang terdampak pembebasan lahan sudah selesai dibebaskan dan dilakukan pembayaran.
Tinggal beberapa tanah milik pemerintah yang lagi dalam proses.
"Jadi ada tiga area yang masih dalam proses yaitu tanah pemakaman, mushalah dan MIN," ujarnya Selasa (11/7/2023).
Lebih lanjut dia mengatakan ketiga kawasan tersebut masih menunggu kelengkapan administrasi saja, karena tidak dilakukan pergantian dalam bentuk uang tapi pergantian dalam bentuk tanah juga.
"Jadi tinggal menunggu proses saja, secara keseluruhan tidak ada masalah," katanya.
Berdasarkan pantauan Tribun Jambi MIN dan pemakan terdampak langsung dalam pembagunan jalan tol ini.
Sedangkan Mushala terdampak karena di lakukan pelebaran jalan lintas Jambi Palembang yang menjadi pintu masuk Tol Trans Sumatera.
Tidak seperti rumah warga yang terdampak jalan Tol yang telah diratakan, MIN masih berdiri Koko dan belum tersentuh pembagunan Tol, begitu juga dengan musholah dan pemakaman umum.
Sementara itu, rumah warga yang berada persis di sebelah MIN sudah diratakan dan dilakukan pembagunan.
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Yang Dilakukan Raffi Ahmad saat Tahu Isu Perselingkuhan Syahnaz
Baca juga: Pahrizal Dapat Mobil Suzuki Ertiga dari BRI Cabang Sungai Penuh
Baca juga: Di Rumah Mewah Mbah Taryo Miliarder Jalan Tol Jambi-Betung, Dulu Ada Pohon Karet yang Ditanam JK
Baca juga: 3 Destinasi Wisata Populer di Kabupaten Tebo, Ada Air Terjun Gajah Mati yang Viral
Miliarder Lain Selain Mbah Taryo, yang Terima Ganti Rugi Miliaran Rupiah Imbas Pembangunan Jalan Tol |
![]() |
---|
Miliarder Jambi Sutaryo Bangun Rumah Mewah Di Kebun Karet, Terungkap Alasannya |
![]() |
---|
Mbah Taryo Bikin Rumah Megah dari Ganti Rugi Tol Jambi-Palembang, Berapa Dibayar Pemerintah? |
![]() |
---|
Pohon Karet yang Ditanam Jusuf Kalla Di Sebapo Ditebang, Kini Jadi Rumah Mewah |
![]() |
---|
Di Rumah Mewah Mbah Taryo Miliarder Jalan Tol Jambi-Betung, Dulu Ada Pohon Karet yang Ditanam JK |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.