Berita Kota Jambi

Wakil Wali Kota Jambi Beberkan Bahaya Mengkonsumsi Daging yang Tidak Melawati Proses Pemeriksaan

Hal ini membuat Wakil Wali Kota Jambi Maulana yang juga seorang dokter angkat bicara tentang mengkonsumsi daging anjing.

Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi
Wakil Walikota Jambi Maulana 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Sempat viralnya pencurian anjing yang di jual di Lapau untuk dijadikan makanan membuat pencinta hewan khusnya Anjing meminta untuk menyetop konsumsi daging anjing khususnya di Jambi.

Hal ini membuat Wakil Wali Kota Jambi Maulana yang juga seorang dokter angkat bicara tentang mengkonsumsi daging anjing.

Menurut Maulana setiap daging yang akan dikonsumsi sebaiknya melewati proses pemeriksaan atau skrining agar terhindar dari virus dan bakteri yang ada didaging tersebut.

"Hewan konsumsi saja seperti sapi harus dipastikan bebas penyakit terutama penyakit mulut dan kuku," ujarnya Minggu (2/7/2023).

Lebih lanjut Maulana mengatakan apa lagi jika daging tersebut dimasak tidak sempurna. Seperti dipanggang dan dimasak setengah matang.

Memang pada prinsipnya dari segi kesehatan selagi masaknya betul dengan pemanasan yang cukup yaitu 100 derajat virus akan mati.

"Yang jadi masalah itu jika dimasak tidak sempurnah," katanya Minggu (2/7/2023).

"Kalau didaging tersebut ada virus dan bakteri masih bisa hidup," timpalnya.

Lebih lanjut Maulana mengatakan untuk proses masak ini berlaku untuk semua jenis daging termasuk kambing dan sapi.

Maulana mengajurkan untuk mengkonsumsi daging yang dipotong secara legal di rumah potong hewan.

"Hewan yang telah di potong secara legal telah melewati prose skrining oleh dokter hewan atau petugas yang terlatih," ujarnya.

Untuk konsumsi daging Maulana menyarankan untuk mengikuti aturan secara umum yaitu tidak boleh memotong hewan tanpa pemeriksaan.

"Masalahnya untuk daging anjing ini banyak anjing liar dipotong tanpa pemeriksaan," ujarnya.

Sementara itu, Rospita pane,Kabit Peternakan dan Kesehatan Hewan Kota mengatakan di Kota Jambi tidak ada tempat pemotongan hewan anjing.

"Kita adanya tempat pemotongan hewan konsumsi, seperti sapi, kerbau, kambing dan pemotongan khusus babi," katanya

"Sedangkan pemotongan khusus anjing tidak ada," timpalnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Bakso Aci Kahot, Segarnya Kuah dan Nikmatnya Perpaduan Isian

Baca juga: Juli Ini DPPP Batanghari Akan Salurkan Bantuan pada Petani Ikan

Baca juga: Comeback di Liga 3, Jambi United Seleksi Ulang Pemain

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved