KKB Papua

Penjelasan Dewan Diplomatik dan Urusan Luar Negeri Papua Barat Soal Eksekusi Pilot Susi Air, Batal?

Kapten Philip Mark Mehrtens, pilot Susi Air yang disandera KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya hingga saat ini belum dibebaskan.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Ist/ Kolase Tribun Jambi
Kapten Philip Mark Mehrtens, pilot Susi Air yang disandera KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya hingga saat ini belum dibebaskan. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kapten Philip Mark Mehrtens, pilot Susi Air yang disandera KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya hingga saat ini belum dibebaskan.

Pilot asal Selandia Baru itu menjadi tawanan kelompok separatis sejak Februari 2023 lalu.

Belakangan, mereka mengancam akan menembak Kapten Philip jika proses negosiasi tidak berjalan dengan kurun waktu dua bulan.

Waktu negosiasi tersebut telah berakhir pada 1 Juli 2023 kemarin.

Ketua Dewan Diplomatik dan Urusan Luar Negeri Papua Barat, Akouboo Amatus Douw pun angkat bicara soal rencana KKB tersebut.

Menurut Akouboo, TPNPB OPM bakal menunjukkan kepada masyarakat dunia bahwa mereka berkomitmen untuk melindungi hukum kemanusiaan internasional.

“Mereka (TPNPB OPM) memiliki itikad baik pada kemanusiaan dan kebebasan. Mereka memiliki kebijaksanaan yang baik dalam menghormati kehidupan masyarakat, menghormati semua makhluk di planet manusia sebagaimana telah mereka buktikan di tiga bulan pertama menjamin kehidupan Pilot,” kata Akouboo lewat keterangan tertulis, Jumat (30/6/2023).

Baca juga: Sikap TNI Soal Batas Waktu Ancaman KKB Papua Pimpinan Egianus Kogoya Tembak Pilot Susi Air

Baca juga: Elektabilitas Anies Baswedan Rendah, Wasekjen Nasdem: Masih Pemanasan, akan Naik Lagi

Akouboo mengklaim, seluruh dunia akan melihat bahwa TPNPB di bawah Egianus Kogoya mengukir sejarah bangsanya dan memiliki reputasi yang baik.

“Itu sebabnya dia sekarang mencari solusi, bukan untuk hal lain atau membunuh orang yang tidak bersalah,” kata Akouboo.

Pesan tersebut berbanding terbalik dengan ancaman yang pernah disampaikan Egianus Kogoya yang melakukan penyanderaan terhadap Kapten Philip.

Ancaman tersebut berupa pesan video pada Jumat, 27 Mei 2023 lalu.

Dalam video tersebut, tampak Philips diapit oleh Egianus Kogoya dan pasukannya. Video tersebut dikirim juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom.

“Militer Papua kasih dua bulan lagi untuk semua negara yang lain untuk bicara dengan Indonesia untuk Papua merdeka. Kalau sudah dua bulan dan mereka tidak bicara dengan Papua, mereka akan tembak saya,” kata Philips dalam video.

Masih dalam keterangan tertulisnya, Akouboo mengatakan, pilot Philip bukanlah musuh TPNPB.

Bahkan, pasukan Indonesia sebenarnya juga bukan musuh mereka, musuh mereka yang sebenarnya adalah kolonialisme dan ilegalitas di tanah Papua.

Baca juga: Cara Pakai Chatbot Chat GPT dari Open AI dan Google Bard dari Google, Teknologis Berbasis AI

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved