Dinkes Muaro Jambi Minta Masyarakat Waspadai Hewan Penular Rabies
Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi belum menemukan kasus rabies terjadi pada manusia di Kabupaten Muaro Jambi.
Penulis: Muzakkir | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI -- Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi belum menemukan kasus rabies terjadi pada manusia di Kabupaten Muaro Jambi.
Meski nihil namun Dinas Kesehatan berharap agar masyarakat berhati-hati terhadap penyakit ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi Afifuddin ketika dikonfirmasi menyebut, yang patut dihindari adalah hewan penularan rabies seperti anjing dan kera.
"Kita wajib menghindari hewan yang terkena rabies," kata Afifuddin.
Biasanya, lanjut Afifuddin, hewan yang terserang rabies itu mudah marah dan menyerang lalu mengigit.
"Ketika hewan itu tiba-tiba menyerang manusia, maka sudah ada indikasi hewan itu terserang rabies," jelasnya.
Hewan penular rabies, kata Afif, seperti anjing, kera, rubah, musang dan binatang lainnya. Jika ada yang terkena gigitan, cakaran atau air liur dari hewan penular rabies tersebut, harap segera dibawa ke layanan kesehatan terdekat. Karena, perlahan tapi pasti akan mengganggu sel jaringan otak sehingga bisa menyebabkan kematian pada korban yang tergigit.
Untuk memastikan hewan yang menyerang manusia tersebut menularkan penyakit rabies atau tidak, maka perlu dilakukan pemeriksaan di Dinas Peternakan.
"Jadi hewan yang menggigit manusia tadi, dipotong kepalanya, lalu bawa ke Dinas Peternakan dan merekalah yang akan memeriksa sel otaknya. Dari situ baru bisa diketahui apakah hewan yang menggigit tadi menularkan penyakit rabies atau tidak," ucapnya.
Lanjutnya, jika hasil pemeriksaan Dinas Peternakan terhadap hewan tersebut menyatakan hasilnya Negatif, maka korban yang tergigit bisa diobati dengan obat anti rabies. Namun, bila hasilnya positif, maka perlu penanganan khusus terhadap korban yang tergigit tadi.
"Penyakit rabies ini sangat berbahaya, serangannya memang perlahan tapi pasti. Penyakit rabies dapat menyebabkan orang yang terinfeksi kesulitan bernapas, gangguan jantung, sampai menyebabkan kematian. Jadi, kematian akibat rabies sebenarnya dapat dicegah sebelum timbul gejala," imbuhnya.
Baca juga: Ada 150 Kasus Gigitan Hewan di Jambi, Dinkes Belum Temukan Positif Rabies
Baca juga: Pemprov Jambi Dukung Vaksinasi Rabies yang Digelar PDHI Jambi
Baca juga: Bocah 5 Tahun di Bali Tewas Setelah Didiagnosa Rabies, Apa Ciri-ciri Rabies pada Manusia dan Hewan?
Ahmad Sahroni ke Singapura, Massa Gasak Isu Rumah dan Teriak "Duit Rakyat" |
![]() |
---|
Demo Ricuh di Jambi, Psikolog Ungkap Peran Media Sosial dalam Menggiring Emosi Massa |
![]() |
---|
Terungkap Misteri Keberadaan Ahmad Sahroni saat Rumah Dijarah Massa |
![]() |
---|
Suasana Hening, Gedung DPRD Jambi Menyisakan Puing dan Sampah Pasca Aksi Massa |
![]() |
---|
Perintah Tegas Presiden Prabowo: TNI-Polri Siaga, Redam Aksi Anarkis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.