Sahabat Rasulullah
Kisah Berislamnya Shafwan bin Umayyah,Rencanakan Pembunuhan Hingga Diberi Surban Nabi untuk Keamanan
Umair bin Wahb dan Shafwan bin Umayyah adalah dua pesohor kaum Quraisy yang kisah hidupnya luar biasa.
Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan
TRIBUNJAMBI.COM – Umair bin Wahb dan Shafwan bin Umayyah adalah dua pesohor kaum Quraisy yang kisah hidupnya luar biasa. Mereka merupakan sepupu yang amat dekat.
Mereka penentang Nabi Muhammad. Bahkan keduanya tolong menolong untuk membunuh Rasulullah SAW.
Namun takdir berkata lain. Satu per satu keduanya memeluk Islam begitu bertemu dengan Nabi Muhammad.
Bahkan Umair bin Wahb adalah salah seorang panglima suku Quraisy yang mengangkat pedang untuk menghancurkan Islam.
Sebelum kisah Shafwan bin Umayyah memeluk Islam, baiknya simak dulu kejadiaan saat ia dan Umair bin Wahb merencanakan pembunuhan Nabi Muhammad.
Shafwan merupakan orang yang juga memendam kedengkian dan dendam karena ayahnya, Umayyah ibn Khalaf, tewas dalam Perang Badar.
Ketika Perang Badar pecah, anak Umair bin Wahb tertawan. Lalu Umair dan Shafwan bin Umayyah bersepakat .
Baca juga: Sahabat Nabi, Umair bin Wahb Sosok yang Dijuluki Setan Kaum Quraisy
“Demi Allah, andai aku tidak memiliki utang yang belum bisa aku bayar dan memiliki keluarga yang aku khawatirkan akan telantar jika kutinggalkan, aku pasti datangi Muhammad dan membunuhnya. Sungguh aku memiliki alasan yang bisa kukatakan. Aku akan mengatakan bahwa aku datang untuk anakku yang tertawan."
Shafwan menggunakan kesempatan itu dan berkata, "Aku yang menanggung utangmu. Aku akan melunasi semuanya dan keluargamu hidup bersama keluargaku. Aku akan mengurus mereka selama mereka hidup." "Umair menjawab, "Kalau begitu, biarlah ini menjadi rahasia kita berdua."
Singkat kisah, Umair pun bergegas menyiapkan kepergiannya untuk membunuh Rasululah SAW. Namun begitu bertemu Rasulullah ia akhirnya menyatakan keislamannya.
Baca juga: Tiga Sahabat Nabi yang Dihadapkan ke Rasulullah di Surga
Setelah itu Umair bin Wahb meminta izin ke Rasulullah SAW untuk menyeru kepada kaum Quraisy di Makkah agar memeluk Islam.
Sementara itu Shafwan bin Umayyah, kaget demi mendengar sepupunya Umair bin Wahb gagal membunuh Nabi dan malah memeluk Islam.
Ketika Fathu Makkah, Umair mengajak Shafwan untuk memeluk Islam.
Ia pun menemui Rasulullah. “Wahai Nabi Allah, sesungguhnya Shafwan bin Umayah adalah junjungan kaumnya. Kini ia melarikan diri untuk menceburkan ke laut. Karena itu berilah jaminan keamanan,” pinta Umair bin Wahb.
Baca juga: Abdullah bin Zubair, Sahabat Nabi yang Wafat Sebagaimana Ayahnya Wafat
Nabi pun menjanjikan keamanan Shafwan. Hingga akhirnya Rasulullah memberikan sorban yang ia kenakan sebagai tanda keamanan bagi Shafwan bin Umayah.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.