Sahabat Rasulullah

Abdullah bin Zubair, Sahabat Nabi yang Wafat Sebagaimana Ayahnya Wafat

Zubair bin Awwam wafat menjemput syahid karena dibunuh pemberontak. Dan sekian tahun kemudian, anaknya yaitu Abdullah bin Zubair pun wafat karena dibu

Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan
Istimewa
Ilustrasi Pedang Zulfikar, pedang Nabi Muhammad SAW yang diwariskan ke Ali bin Abi Thalib. 

TRIBUNJAMBI.COM  - Ayahnya bernama Zubair bin Awwam. Sahabat Nabi yang dikenal sebagai penghunus pedang pertama dalam Islam.

Dialah yang tergolong sahabat Nabi dan bernama Abdullah bin Az Zubair bin Al Awwam atau lebih dikenal Abdullah bin Zubair.

Zubair bin Awwam wafat menjemput syahid karena dibunuh pemberontak.

Dan sekian tahun kemudian, anaknya yaitu Abdullah bin Zubair pun wafat karena dibunuh. Bahkan dengan cara yang lebih mengenaskan.

Ia dibunuh oleh Al Hajjaj yang membawa pasukannya untuk menyerang Mekah, ibu kota kekuasaan Ibnu Zubair.

Diriwayatkan, Al Hajjaj dan pasukannya mengepung Mekah selama hampir enam bulan.

Ia juga mengembargo air maupun makanan dengan maksud agar pengikut Abdullah bin Zubair mau meninggalkan Abdullah ibn Zubair seorang diri, tanpa pasukan dan tanpa pengikut.

Dan sejarah mencatat bagaimana drama kasih sayang ibu dan anak dalam balutan taqwa. Ibnu Zubair menemui ibunya, Asma binti Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya mengisahkan betapa ibu dan anak ini begitu taat kepada Allah.

Abdullah bin Zubair menemui sang ibu dan menyuguhkan gambaran rinci tentang situasi yang ia hadapi dan nasib yang jelas-jelas sedang menanti.

Baca juga: Sahabat Nabi yang Ahli Membuat Pedang dan Pernah Dipuji Sahabat Abdullah bin Masud

Baca juga: Sahabat Nabi yang Menjadi Khalifah Sekaligus Cucu Abu Bakar Ash-Shiddiq

Asma berkata kepadanya, "Wahai putraku, engkau lebih tahu tentang dirimu. Jika engkau tahu bahwa dirimu di pihak yang benar dan menyeru pada yang benar, bersabarlah sampai engkau mati untuknya. Jangan kauberikan lehermu kepada para pengikut Bani Umayah. Namun, jika engkau tahu bahwa yang engkau cari adalah dunia, sungguh seorang hamba yang terburuk adalah dirimu. Engkau telah membinasakan diri dan orang-orang terbunuh bersamamu."

Simaklah apa yang dikatakan amirul mukminin yang namanya diberikan oleh Rasulullah tersebut.

"Demi Allah wahai ibu, aku tidaklah menghendaki dunia dan tidak tertarik padanya. Aku tidak pernah zalim terhadap hukum Allah. Aku tidak pernah berbuat zalim maupun berkhianat."

Baca juga: Zubair bin Awwam Sahabat Nabi Penjemput Jenazah Khubaib bin Adi yang Syahid di Tiang Salib

Ibu dan anak itu saling berangkulan untuk memberikan salam perpisahan dan penghormatan.

Hingga akhirnya, al-Hajjaj mengalahkan Ibnu Zubair.

Ia memenggal kepala Abdullah bin Zubair, sahabat Nabi anak dari sahabat Nabi yang dijamin masuk surga.

Al-Hajjaj bahkan dengan tega menyalib jasad Abdullah bin Zubair radiallahu anhu.

Dikisahkan, ketika itu mendekatlah Abdullah ibn Umar kepada Asma yang sudah berusia 97 tahun. Abdullah bin Umar mengucapkan belasungkawa dan mengajaknya untuk bersabar. Asma, yang merupakan putri Khalifah Abu Bakar itu menjawab tegas tanpa duka. "Mengapa aku tidak bisa bersabar sementara kepala Yahya ibn Zakariya juga telah dihadiahkan kepada salah seorang diktator dari Bani Israil?" (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved