Sahabat Rasulullah

Sahabat Nabi, Umair bin Wahb Sosok yang Dijuluki Setan Kaum Quraisy

Umair bin Wahb, dialah orang yang penduduk Makkah menjuluki Umair bin Wahb dengan nama Setan Kaum Quraisy

Penulis: Deddy Rachmawan | Editor: Deddy Rachmawan
AA-YAI.AC.ID
PERAYAAAN MAULID NABI MUHAMMAD 

TRIBUNJAMBI.COM – Umair bin Wahb. Demikian namanya. Sebelum mendapat hidayah, ia adalah orang yang keras menentang kaum muslimin.

Bahkan Umair bin Wahb adalah salah seorang panglima suku Quraisy yang mengangkat pedang untuk menghancurkan Islam.

Rekam jejaknya tertoreh dalam Perang Badar.

Ia menjadi panglima suku Quraisy pada waktu itu. Diriwayatkan, Umair bin Wahb yang melakukan pengintaian terhadap kaum muslimin saat Perang Badar.

"Mereka (kaum Muslimin) terdiri atas sekitar tiga ratus orang." Demikian ia melaporkan hasil pengintaiannya kepada suku Quraisy.

Mengutip buku Biografi 60 Sahabat Rasulullah, bahwa penduduk Makkah menjuluki Umair bin Wahb dengan nama Setan Kaum Quraisy.

Baca juga: Tiga Sahabat Nabi yang Dihadapkan ke Rasulullah di Surga

Ketika Perang Badar pecah, anak Umair bin Wahb tertawan. Pasukan Quraisy pun kembali ke Mekah dengan membawa kekalahan.

 

Suatu hari ia berkumpul dalam satu majelis dengan saudara sepupunya, Shafwan ibn Umayyah. Shafwan merupakan orang yang juga memendam kedengkian yang sangat pahit dan mematikan karena ayahnya, Umayyah ibn Khalaf, tewas dalam Perang Badar.

Baca juga: Sholawat Nabi Muhammad, Amalan Hari Jumat yang Dianjurkan Diperbanyak

Dalam perbincangan keduanya, singkat cerita terlintarlah kalimat daru mulut Umair.

“Demi Allah, andai aku tidak memiliki utang yang belum bisa aku bayar dan memiliki keluarga yang aku khawatirkan akan telantar jika kutinggalkan, aku pasti datangi Muhammad dan membunuhnya. Sungguh aku memiliki alasan yang bisa kukatakan. Aku akan mengatakan bahwa aku datang untuk anakku yang tertawan."

 

Shafwan menggunakan kesempatan itu dan berkata, "Aku yang menanggung utangmu. Aku akan melunasi semuanya dan keluargamu hidup bersama keluargaku. Aku akan mengurus mereka selama mereka hidup." "Umair menjawab, "Kalau begitu, biarlah ini menjadi rahasia kita berdua."

Maka Kesepakatan itu menjadi rahasia mereka berdua.

Dan Umair pun bergegas menyiapkan kepergiannya untuk membunuh Rasululah SAW.

 

Umair bin Wahb datang membawa pedang yang dibubuhi racun dan pergi ke Madinah untuk membunuh Rasulullah.

Baca juga: Abdullah bin Zubair, Sahabat Nabi yang Wafat Sebagaimana Ayahnya Wafat

Namun, niat Umair berhasil dicegah oleh sahabat Umat bin Khatab. Umair ditangkap dan dibawa menghadap ke Rasulullah.

 

Ketika Rasulullah melihatnya, beliau berkata, "Lepaskan ia wahai Umar! Mendekatlah kepadaku wahai Umair!"

 

Singkat cerita, terjadi dialog antara Umair dengan Rasulullah SAW.  Rasulullah bertanya , "Apa yang membawamu datang ke mari?" Nabi Muhammad juga bertanya ada apa dengan pedang yang dibawa Umair.

Hingga akhirnya Rasulullah berkata yang membuat Umair bin Wahb terkaget dan takjub.

 

 Rasulullah pun bersabda, "Namun, kau pernah duduk bersama Shafwan di Hijr lalu kalian berbicara tentang kaum Quraisy dalam Perang Badar.

Selanjutnya, kamu mengatakan: 'Andai aku tidak memiliki utang dan memiliki keluarga yang aku tanggung, aku pasti akan pergi untuk membunuh Muhammad. Shafwan kemudian akan menanggung utang keluargamu dengan syarat jika kamu membunuhku untuknya. Akan tetapi, Allah menghalangi rencanamu itu."

 

Seketika itu Umar berkata, "Aku bersaksai bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan-Nya. Tidak ada seorang pun yang mengetahui rencana itu selain aku dan Shafwan. Demi Allah, sungguh tidak ada yang memberitahukannya kepadamu, kecuali Allah. Segala puji bagi Allah yang telah memberiku hidayah ke dalam Islam."

 

Dari sanalah sosok yang pernah membeci kaum muslimin itu akhirnya memeluk Islam.

 

Rasulullah SAW memerintahkan kepada para sahabat, "Ajarkanlah agama kepada saudaramu ini dan bacakanlah al-Qur'an kepadanya lalu lepaskan tawanan bersamanyal

 

Demikianlah, Setan Quraisy itu telah beralih rupa menjadi manusia Islam.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved