Selangkah Lagi, Dusun Maju Jaya Bungo Siap Jadi Desa UHC

Suminto bersyukur dusun yang dipimpinnya terpilih oleh BPJS Kesehatan Cabang Muara Bungo sebagai target Desa UHC

Editor: Rahimin
istimewa
Dusun Maju Jaya terpilih menjadi proyek percontohan Desa UHC dalam Program JKN. 

TRIBUNJAMBI.COM – Dusun Maju Jaya Kabupaten Bungo siap melangkah menuju cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC).

Kepala Dusun Maju Jaya Suminto mengatakan, dengan terwujudnya Dusun Maju Jaya sebagai Desa UHC, diharapkan seluruh warganya mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan dengan terdaftar sebagai peserta JKN.

Suminto bersyukur dusun yang dipimpinnya terpilih oleh BPJS Kesehatan Cabang Muara Bungo sebagai target Desa UHC.

Oleh karena itu, Suminto bersemangat untuk segera menyisir jumlah kepala keluarga yang belum memiliki jaminan kesehatan.

Dengan demikian, ia dapat mengedukasi dan membantu warganya mengakses pendaftaran Program JKN.

“Mengingat jarak dari dusun kami ini ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Muara Bungo tidaklah dekat, lebih kurang dua jam, maka saat ada tim dari BPJS Kesehatan yang ke sini maka tak akan kami lewatkan. Banyak pertanyaan terkait penyelenggaraan Program JKN yang ingin kami diskusikan langsung dengan pegawai BPJS Kesehatan," kata Suminto, Jumat (3/3/2023).

Dengan terpilihnya Dusun Maju Jaya ini menjadi proyek percontohan Desa UHC dalam Program JKN, ia berharap besar para warga desa bisa memperoleh akses pelayanan kesehatan yang diperlukannya tanpa kesulitan memikirkan biaya berobat.

Suminto bilang, pihaknya terus melakukan sosialisasi akan pentingnya Program JKN hingga menjangkau kepala kampung.

Termasuk masyarakat yang baru menikah, juga diarahkan Suminta supaya segera memperbarui data Kartu Keluarga (KK) mereka dan mendaftarkan diri sebagai peserta JKN dalam satu KK.

Tak sampai di situ, Suminto mengajak para ibu-ibu mudah supaya segera mengurus kepesertaan JKN mereka sekeluarga selagi masih sehat, terlebih jika mereka dalam kondisi hamil.

Dengan demikian, calon ibu tersebut bisa memanfaatkan kepesertaan JKN mereka untuk menjamin biaya pemeriksaan kehamilan hingga pasca-persalinan.

"Bagaimana tidak, dengan tercapainya cakupan kesehatan semesta nantinya, maka seluruh warga Dusun Maju Jaya akan terlindungi jaminan kesehatan ke depannya. Mudah-mudahan tidak ada cerita ada warga yang kesusahan berobat. Kami selaku perangkat desa selalu sampaikan kepada warga untuk segera mendafar sebagai peserta JKN. Kami sangat bangga dengan 86 persen dari warga sudah terdaftar sebagai peserta JKN," ujarnya.

Ditemui dalam kesempatan yang berbeda, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Muara Bungo Asfurina menjelaskan, rancangan Desa UHC ini merupakan salah satu upaya peningkatan cakupan kepesertaan JKN agar masyarakat Indonesia terlindungi oleh jaminan kesehatan.

Untuk merealisasikan hal tersebut, dibutuhkan kolaborasi yang baik antara BPJS Kesehatan, aparat desa, termasuk dukungan dari pemerintah daerah.

“Bersama dengan rancangan Desa UHC ini, kami jadikan Dusun Maju Jaya sebagai percontohannya. Tentu besar harapan kita semua agar bisa membuahkan hasil yang terbaik, serta mampu berjalan secara kontinu, efektif dan efisien. Saya mengharap peran dari berbagai pihak dalam program ini, terutama dukungan perangkat desa untuk proaktif menyisir para warga yang belum terdaftar sebagai peserta JKN. Harapannya, tahun ini minimal 95 % warga Dusun Maju Jaya bisa terlindungi jaminan kesehatan,” katanya.

Asfurina menyampaikan, saat ini cakupan kepesertaan masyarakat Kabupaten Bungo dalam Program JKN telah mencapai 80,3 % atau sejumlah 290,425 Jiwa dengan total 43 FKTP dan 4 FKRTL di Kabupaten Bungo.

Sampai Februari 2023 ini sudah mencapai 80,3

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved