Warga Jujuhan Ilir Bungo Antusias Gali Informasi Seputar JKN

Saat ini BPJS Kesehatan fokus kepada peningkatan kualitas pelayanan dan Universal Health Coverage (UHC).

Editor: Rahimin
istimewa
BPJS Kesehatan memberikan edukasi kepada para peserta Rapat Anggaran Tahunan Koperasi Serba Usaha (KSU) BMT Usaha Mandiri di Dusun Bukit Sari Kecamatan Jujuhan Ilir Kabupaten Bungo, Selasa (17/1/2023) lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM – Untuk menyamakan presepsi tentang pemanfaatan layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan memberikan edukasi kepada para peserta Rapat Anggaran Tahunan Koperasi Serba Usaha (KSU) BMT Usaha Mandiri di Dusun Bukit Sari Kecamatan Jujuhan Ilir Kabupaten Bungo, Selasa (17/1/2023) lalu.

Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Muara Bungo Irfan Rachmadi menjelaskan, sosialisasi tersebut diharapkan bisa meluruskan beragam informasi yang beredar di masyarakat, yang belum tentu benar.

Ia menambahkan, saat ini BPJS Kesehatan fokus kepada peningkatan kualitas pelayanan dan Universal Health Coverage (UHC).

Oleh karena itu, pemahaman seluruh masyarakat tentang Program JKN perlu kian dimatangkan, terlebih jaminan kesehatan merupakan hal yang sangat penting dimiliki oleh setiap penduduk Indonesia.

“Kami juga rutin mengedukasi peserta JKN untuk mengunduh dan memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN. Banyak fitur berguna di dalamnya. Seperti cek status kepesertaan JKN, cek iuran, bahkan peserta JKN juga dapat konsultasi dokter lewat aplikasi tersebut," katanya.

Demi meningkatkan kemudahan pelayanan, kini peserta JKN juga dapat menjadikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Identitas Anak (KIA) bahkan KIS Digital di Mobile JKN untuk berobat.

NIK tersebut bisa dipakai sebagai identitas peserta JKN dan cukup ditunjukkan kepada fasilitas kesehatan pada saat membutuhkan pelayanan.

"Jadi, apabila ada peserta JKN yang kartunya hilang atau bahkan ketinggalan pada saat sudah sampai di FKTP, bisa menggunakan KTP saja. Tidak perlu bawa kartu fisik, apalagi fotocopy berkas macam-macam,” ujarnya.

Sementara, Ketua Pengurus KSU BMT Usaha Mandiri,Agus Riyanto berharap sosialisasi BPJS Kesehatan tersebut bisa meningkatkan pemahaman masyarakat di Desa Suka Sari, terlebih bagi yang belum memiliki jaminan kesehatan.

Ia mengaku rutin mengimbau masyarakat untuk segera memiliki jaminan kesehatan karena fungsinya sangat penting.

"Kebetulan untuk ke kantor BPJS Kesehatan, kita harus menempuh perjalanan dua jam lebih. Namun dengan hadirnya tim BPJS Kesehatan di sini, semoga dapat dimaksimalkan masyarakat untuk menanyakan berbagai hal seputar Program JKN. Saya sendiri tadi juga meminta informasi terkait pertanyaan yang selama ini yang berkembang di masyarakat, misalnya soal alur pelayanan, apa saja yang dijamin dan tidak dijamin, dan lain sebagainya," pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Program JKN Telah Menolong Jutaan Keluarga di Indonesia Termasuk di Jambi

Baca juga: Menuju Satu Dekade JKN, Kontribusi BPJS Kesehatan Mewujudkan Indonesia Lebih Sehat

Baca juga: Konsultasi JKN, Komisi IV DPRD Provinsi Kunker ke BPJS Kesehatan Pusat

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Komentar

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved