Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen 9 Juni 2023 - Menundukkan Diri di Bawah Otoritas Tuhan

Bacaan ayat: Bilangan 20:12 (TB) Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Renungan Harian Kristen 9 Juni 2023 - Menundukkan Diri di Bawah Otoritas Tuhan

Bacaan ayat: Bilangan 20:12 (TB) Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."

Oleh Pdt Feri Nugroho

Sampai saat ini, ketika membaca kisah hidup Musa, ada hal yang sukar dipahami: mengapa ia tidak diijinkan masuk Tanah Perjanjian, yaitu Kanaan? Bukankah kisah hidupnya sangat spektakuler dalam ukuran mujizat supranatural?

Musa lahir dalam situasi mencekam ketika Raja Mesir memutuskan membunuh semua bayi laki-laki Ibrani.

Disembunyikan selama tiga bulan, dihanyutkan ke sungai sampai akhirnya diangkat anak oleh Putri Firaun. Sempat terjadi peristiwa menggelikan, bahwa yang menjadi inang penyusu adalah ibu kandungnya sendiri.

Singkat cerita, ia menjadi Pangeran Mesir dan dipanggil secara personal oleh Tuhan melalui semak duri yang menyala namun tidak terbakar.

Musa sempat galau untuk memimpin Bangsa Israel keluar dari Mesir, sepuluh tulah yang menyerang Mesir menjadi penanda bahwa Tuhan lebih berkuasa dari pada ilah Mesir.

Lebih kurang empat puluh tahun memimpin di padang gurun dengan berbagai mujizat hebat. Tiang awan dan tiang api menjadi penanda penyertaan Tuhan!

Semua harus berakhir dengan pernyataan dari Tuhan, "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka." Ia tidak diijinkan masuk ke Tanah Perjanjian! Ironis, bukan?

Bukankah Tuhan juga tahu bahwa Israel sangat bebal dan tegar tengkuk?

Lagi pula, Musa sampai harus marah, pun disebabkan karena bangsa yang bebal?

Rasanya tidak adil jika Musa yang dipilih sendiri oleh Tuhan pada akhirnya harus gigit jari, sebab dilarang masuk Tanah Kanaan!

Pelajaran berharga yang dapat kita peroleh bahwa, pertama, Tuhan mempunyai otoritas mutlak atas segala hal dalam kehidupan kita.

Ada kalanya Ia menghormati pilihan kita dengan mengijinkan kita memilih sesuatu yang bukan kehendak-Nya, namun pada kali yang lain Ia bisa memaksa kita untuk mengikuti kehendak-Nya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved