Kapolda Riau Sebut Bripka Andry yang Setor Uang Rp 650 Juta ke Atasan, Tak Ngantor Sejak Maret 2023

Pasca viralnya curhatan Bripka Andry Darma Irawan di media sosial, Kapolda Riau Irjen Muhammad Iqbal menyebut jika Bripka Andry Darma Irawan sudah tak

Editor: Suci Rahayu PK
Ist/Kolase Tribun Jambi
Anggota Brimob Polda Riau menghilang usai postingannya tentang borok sang pimpinan viral di media sosial. 

TRIBUNJAMBI.COM - Anggota Brimob Polda Riau, Bripka Andry Darma Irawan bongkar kelakuan atasannya yang kerap minta uang hingga mencapai Rp 650 juta.

Pasca viralnya curhatan Bripka Andry Darma Irawan di media sosial, Kapolda Riau Irjen Muhammad Iqbal menyebut jika Bripka Andry Darma Irawan sudah tak pernah masuk kantor atau desersi sejak dimutasi dari Rokan Hilir ke Pekanbaru.

Irjen Iqbal mengungkapkan bahwa Bripka Andry sudah tidak pernah masuk dinas setelah dimutasi pada Maret 2023. Bahkan, saat dipanggil oleh Propam dia juga tak pernah datang.

"Bripka AD (Andry Darma) desersi sampai sekarang tak masuk dinas," kata Kapolda Riau dalam keterangan resminya, Selasa (6/6/2023).

Irjen Iqbal menegaskan bakal menindak tegas jajarannya yang melakukan pelanggaran, termasuk yang menjurus pada perbuatan melawan hukum atau pidana.

"Prinsipnya kami akan tindak tegas oknum yang menyalahi wewenang, sampai kode etik profesi. Kalau ada unsur pidana kita akan dalami, Kompol Petrus juga," ucap Irjen Iqbal.

Irjen Iqbal pun memastikan baik Kompol Petrus atau Bripka Andry akan sama-sama diproses, bahkan jauh sebelum kasusnya viral di media sosial.

Baca juga: KPAI Beri Apresiasi Pemkot Jambi Cabut Laporan Terhadap Siswi SMP yang Videonya Viral

Baca juga: Beredar Chat Kepala Diskominfo Kota Jambi Provokasi Agar Siswi SMP Jambi Dilaporkan

Cara Bripka Andry Darma Irawan Cari Uang

Bripka Andry Darma Irawan, mengungkapkan cara ia mendapatkan uang untuk disetorkan kepada komandannya yakni Kompol Petrus H Simamora.

Diketahui, Bripka Andry mengaku telah menjalankan perintah atasannya Kompol Petrus untuk mencari uang dan telah menyetornya hingga mencapai Rp650 juta.

Untuk mendapatkan uang sebanyak itu, menurut Bripka Andry, dirinya terpaksa harus mencari pinjaman uang ke banyak orang untuk kemudian diserahkan kepada komandannya tersebut.

Dilansir dari Kompas.com, Selasa (6/6/2023) Bripka Andry menceritakan salah satu pengalamannya ketika Komandan Batalyon (Danyon) B Pelopor Satbrimob Polda Riau Kompol Petrus Simamora meminta dicarikan uang untuk membeli lahan.

Menurut Bripka Andry, peristiwa itu terjadi ketika ia menyopiri komandannya sebelum dimutasi ke Batalyon A Pelopor yang berada di Pekanbaru.

"Sebelum dimutasi, saya sempat menyopiri mobil Danyon saya (Kompol Petrus). Waktu itu dia bilang perlu uang Rp 53 juta untuk membeli lahan. Dia minta dicarikan secepatnya. Saya bilang, siap saya carikan komandan," kata Bripka Andry.

Setelah perbincangan di dalam mobil, Kompol Petrus disebut terus menanyakan perkembangan uang yang dimintanya itu kepada Bripka Andry lewat pesan WhatsApp.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved