Berita Jambi

OMG Dukung Perayaan HUT Masyarakat Transmigran di Kabupaten Tebo, Jambi

OMH Jambi dukung HUT Masyarakat Transmigran ke 46 di Desa Tegal Arum, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi.

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Desa Tegal Arum, Kecamatan Rimbo Bujang, Tebo, Jambi secara simbolis merayakan HUT Masyarakat Transmigran 

TRIBUNJAMBI.COM, Tebo - Kabupaten Tebo di Provinsi Jambi merupakan salah satu kawasan transmigran pertama di Indonesia.

Program tersebut tepatnya berada di Kecamatan Rombo Bujang yang dimulai sejak 1977 dan terus bertumbuh hingga saat ini.

Ada sejumlah desa yang ditempati masyarakat transmigran, salah satunya Desa Tegal Arum yang secara simbolis selalu dijadikan tempat untuk merayakan HUT Masyarakat Transmigran yang jatuh setiap Mei.

"Pada 1977 masyarakat Jawa datang sebanyak 496 warga dari Semarang, Pati, dan Tegal di transmigrasikan ke Desa Tegal Arum dan sekarang jumlahnya sudah mencapai 2.800 warga, untuk mengenang momen tersebut tercipta lah HUT Transmigrasi," ujar Kepala Desa Tegal Arum Rohmad saat ditemui dalam acara HUT Masyarakat Transmigran ke 46 di Desa Tegal Arum, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, Selasa (23/5).

Baca juga: Santri Dukung Ganjar Adakan Training Usaha Coffee Shop di Kerinci

Baca juga: Kabar Gembira, 3 Pimpinan dan 10 Anggota Organisasi Terlarang KNPB Papua Kembali ke Pangkuan NKRI

Tahun 2023, Orang Muda Ganjar (OMG) Provinsi Jambi berkontribusi dalam mendukung kegiatan tahunan yang diadakan di desa tersebut. Hal tersebut dibenarkan oleh Rohmad dalam wawancaranya.

Lanjut Rohmad, kegiatan HUT Masyarakat Transmigran sudah rutin dilakukan sejak beberapa tahun silam dan tujuannya untuk mengenang para leluhurnya yang menjadikan desa tersebut menjadi desa yang berkembang hingga saat ini.

"Intinya, untuk mengenang jasa leluhur kami yang sudah berjuang menjadikan Desa Tegal Arum menjadi desa yang maju seperti ini," lanjut Rohmad.

Rohmad mengatakan bahwa hampir seratus persen masyarakat setempat memang masyarakat Jawa yang mengikuti program transmigran di era orde baru.

“Sebanyak 96 persen dari Jawa Tengah," kata dia.

Kendati sudah tinggal di Kabupaten Tebo, masyarakat di Desa Tegal Arum tetap mempelajari dan menanamkan tradisi dan budaya Jawa dengan erat.

"Walaupun saat ini kami tinggal di Jambi, tapi tidak melupakan tradisi yang sudah diwariskan oleh leluhur kami, maka hal tersebut harus dijaga sehingga menjadi khasanah kesenian dan budaya yang terus melekat pada kami sebagai masyarakat Jawa," tambahnya.

Selain itu disinggung soal Ganjar Pranowo yang merupakan sosok dari tempatnya berasal, Rohmad mengaku sudah mengenal sosok Ganjar Pranowo sejak lama, begitu pun dengan masyarakat setempat yang sudah banyak memperoleh informasi sosoknya selama ini.

Rohmad beserta masyarakat setempat tentu berharap Ganjar Pranowo bisa datang mengunjungi desanya untuk melihat bagaimana masyarakat transmigran bisa hidup berkembang.

"Bapak, 40 ribu warga dari Rimbo Bujang mayoritas berasal dari Jawa Tengah. Jika, bapak punya kesempatan, bisa lah tilik sedulur yang ada di Sumatera," harapnya.

Baca juga: Wakil Bupati Merangin Nilwan Yahya Tegaskan Tidak Mendaftar Sebagai Bakal Calon Legislatif

Baca juga: Kabar Gembira, 3 Pentolan dan 10 Anggota Organisasi Terlarang KNPB Kembali ke Pangkuan NKRI

OMG Perkuat Budaya Kepada Masyarakat Jambi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved