Pilpres 2024

Bacapres Anies Baswedan akan Dilaporkan ke Polisi, Diduga Sebar Hoaks

Bakal Calon Presiden (Bacapres) Anies Rasyid Baswedan dilaporkan ke polisi atas dugaan penyebaran kabar bohong atau hoaks.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Chanel Youtube Anies Baswedan
Anies Baswedan tak akan didukung PSI di Pilpres 2024 

TRIBUNJAMBI.COM - Bakal Calon Presiden (Bacapres) Anies Rasyid Baswedan dilaporkan ke polisi atas dugaan penyebaran kabar bohong atau hoaks.

Bakal calon dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan tersebut dilaporkan relawan Ganjar Pranowo Center (GP Center).

Rencana pelaporan itu langsung disampaikan Ketua Harian DPP GP Center, Thomas Djunianto,

Dia mengatakan bahwa pihaknya akan melaporkan Anies ke Mabes Polri hari ini, Selasa (23/5/2023), pukul 10.30 WIB.

"Terkait dengan statement Pak Anies Baswedan yang kami anggap sebagai berita yang tidak valid maka kami, GP Center akan melaporkan beliau ke Mabes Polri pada Selasa, 23 Mei 2023 pukul 10.30 WIB."

"Semua orang memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Siapapun yang menyebarkan informasi tidak benar mesti ditindak hukum," tulis pesan singkat Thomas kepada TribunJakarta.com.

Thomas mengonfirmasi bahwa pernyataan hoaks yang dimaksud adalah ketika Anies berbicara di acara hari ulang tahun (HUT) ke-21 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Istora Senayan pada Sabtu (20/5/2023) lalu.

Dalam pidatonya, bakal calon presiden yang diusung PKS, NasDem dan Demokrat ini membandingkan pembangunan jalan di era Presiden Jokowi dan di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca juga: KKB Papua Klaim Tembak 16 Prajurit Hingga Meninggal,  Kapuspen TNI: KST Kerap Sebar Narasi Hoaks

Baca juga: Update Kasus Mario Dandy, Keluarga David Kecewa Pelaku Utama Belum Diadili: Jadikan Duta Free Kick

Menurut GP Center, data yang disampaikan Anies tidak benar sehingga tergolong berita bohong.

"Yap betul (tentang perbandingan pembangunan jalan era Jokowi dan SBY)," kata Thomas.

"Di milad PKS," tambahnya.

Isi Pidato Anies

Anies memang berbicara tentang data perbandingan panjang pembangunan jalan nasional era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan era Presiden Jokowi.

Anies menyebut, di era Jokowi, pemerintah berhasil membangun jalan tol sepanjang 1.569 kilometer dari total 2.499 kilometer.

“63 persen dari seluruh jalan tol berbayar di Indonesia itu dibangun di masa sekarang,” ucapnya dikutip dari Kompas.com.

Kondisi ini pun dibandingkan dengan zaman SBY yang berhasil membangun lebih banyak jalan tak berbayar yang bisa digunakan seluruh masyarakat tanpa dipungut biaya.

Baca juga: Anies Baswedan Sudah Tentukan Siapa Bakal Cawapres Yang Akan Mendampinginya di Pilpres 2024

"Saya bandingkan dengan pemerintahan yang lalu, di jaman pak SBY jalan tak berbayar yang dibangun sepanjang 144.000 kilometer atau 7,5 kali lipat," ujarnya.

Eks Gubernur DKI Jakarta ini pun kembali membandingkan pembangunan jalan nasional yang dibangun di era Jokowi dan SBY.

Anies bilang, Jokowi hanya membangun kurang lebih 500 kilometer jalan nasional.

Sedangkan, pembangunan jalan nasional yang dilakukan di era SBY mencapai 20 persen dari capaian Jokowi.

“Di era 10 tahun sebelumnya, 11.800 kilometer, 20 kali lipat,” tuturnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: TPP Dokter Spesialis di Sarolangun Tak Dibayar Pegawai RSUD Mattaher Jambi Keluhkan Insentif 4 Bulan

Baca juga: Update Kasus Mario Dandy, Keluarga David Kecewa Pelaku Utama Belum Diadili: Jadikan Duta Free Kick

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Sekda Tanjabbar Tegaskan ASN Dilarang Terlibat Politik Praktis

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Sekda Tanjabbar Tegaskan ASN Dilarang Terlibat Politik Praktis

Artikel ini diolah dari TribunJakarta.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved