Sertu Roybertus Simbolon Ditembak KKB
Serka Roybertus Simbolon Gugur, Istri Lagi Hamil Tua, Ibunda Tak Henti Menangis
"Sampai bertemu di tahun depan. Selamat menjalankan tugas, ibu pertiwi sudah memanggil," tulis Merlita saat mengupload momen melepas suami bertugas
TRIBUNJAMBI.COM, SAMOSIR - Prajurit TNI, Serka Anumerta Roybertus Simbolon tewas saat sedang menjalankan tugas di Intan Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, Minggu (9/4/2023).
Dia diberangkatkan untuk melakukan pengamanan di wilayah Timur Indonesia itu pada Agustus 2022 lalu.
Saat pemberangkatan itu, Istrinya, Merlita Silalahi, memeluknya erat. Dia terisak dan berlinang air mata melepas suaminya.
"Sampai bertemu di tahun depan. Selamat menjalankan tugas, ibu pertiwi sudah memanggil," tulis Merlita saat mengupload momen haru melepas suami bertugas ke wilayah Papua.
Pada saat itu, Merlita Silalahi sedang dalam kondisi hamil muda. Mereka menikah beberapa bulan sebelumnya.
Mereka tidak pernah menyangka bahwa itu akan menjadi pelukan terakhir mereka. Momen itu tak bisa diulangi lagi.
Sersan Kepala Anumerta Roybertus Simbolon dibawa pulang ke kampung halamannya, di Desa Sitao Tao, Kecamatan Pangururan, Sumatera Utara, dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Kemungkinan, Merlita Silalahi, tidak akan bisa juga ke pemakaman suaminya. Kondisinya sedang hamil tua, sedang menantikan hari kelahiran anak pertamanya..
Anak yang akan dilahirkan Merlita juga tidak akan pernah lagi bisa melihat langsung kehadiran ayah kandungnya.
Kondisi ini sangat menyayat hati Jimat Hugo Simbolon, ayah Roybertus Simbolon.
Baca juga: Ayah Kenang Sosok Serka Anumerta Roybertus Simbolon, Gugur Ditembak KKB Papua: Gigih dan Disiplin
“Dia tak bisa lagi melihat bayinya yang akan lahir sebentar lagi. Itulah yang tak bisa aku pikirkan,” kata Hugo Simbolon, Selasa (11/4/2023) di rumah duka, di Desa Sitao Tao.
Komunikasi terakhir dengan Roybertus Simbolon dilakukan pada Sabtu (8/4/2023) atau sehari sebelum anaknya ditembak KKB Papua.
Dalam komunikasi tersebut, almarhum berpesan, ibunya harus menemani istrinya mempersiapkan kelahiran anaknya.
Roy sudah mengatakan tidak bakal tak bisa hadir saat anaknya lahir.
Diperkirakan, ia bakal kembali ke kesatuan pada bulan Juni 2023, estimasi 10 bulan tugas sejak Agustus 2022 lalu.
“Itulah terakhir kalinya kami komunikasi. Kami tidak menyangka akan begini jadinya. Semuanya sudah jadi tinggal kenangan,” sambung Jimat Hugo Simbolon.
Luapan kesedihannya terucap dalam tangisan sejadi-jadinya.
Ia meminta Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI memberikan perhatian khusus bagi menantu dan cucunya yang ditinggalkan almarhum.
Secara khusus, almarhum Serka Anumerta Roybertus Simbolon juga meminta ayahnya memberi nama bagi putranya yang akan lahir.
“Ia juga meminta saya harus membuat nama cucuku itu. Karena itulah cucuku pertama dari putraku yang pertama," kata ayahnya sambil menyeka air matanya.
Roybertus Simbolon merupakan Anggota Yonif PR 305, Kerawang, Jawa Barat. Dia sebagai Baton I/B/17/1/Kostrad.
Di mata keluarga, saat remaja Roybertus adalah sosok yang rajin membantu orangtua.
Ibunya, Tiomas Naibaho, merupakan pedagang di pasar tradisional.
Almarhum bersama adiknya, yang saat ini menjadi anggota Polri biasanya berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor/
Segera setelah pulang sekolah langsung membantu orangtuanya bertani. Mereka tumbuh dan dididik pada keluarga sederhana.
Ayah dan ibunya sebagai pengurus gereja tetap merasa bangga memiliki anak sepertinya.
Dengan semangat kerendahan hati dan keuletan, Roy persiapan masuk TNI setelah lulus dari SMA Santo Mikhael Pangururan.
Selama di rumah duka, Tiomas Naibaho memeluk erat dan sesekali menyeka air matanya menggunakan pakaian dinas putranya.
Dia juga tak mau jauh dari foto almarhum yang lengkap dengan pakaian dinas dan senjata.
Sesekali, ia mengusap foto tersebut sambil menitikkan air mata.
Alunan ratapan dalam Bahasa Batak (andung-andung) terdengar sesekali dari ibunya.
Ratapan itu menarasikan bagaimana perjuangannya dan anaknya dengan keluarga hingga menjadi TNI dan bahkan diutus 3 kali.
Pertama, almarhum diutus ke Papua, lalu ke Amerika, terakhir ke Papua.
Fisik almarhum yang kuat dan tangguh, ditempah di kampung halaman, yang berada di kaki gunung.
Setiap paginya, Roy dan adiknya harus berangkat pada pukul 06.00 WIB menggunakan sepeda motor.
Mereka sudah terbiasa dengan tantangan dan resiko setiap harinya.
Jalanan terjal dari kampung halamannya untuk menuju Pangururan menjadi santapan hariannya.
Sebelum menamatkan pendidikan dari SMA Santo Mikhael, dia sekolah di SD Negeri Sitaotao hingga tahun 2007 dan menamatkan pendidikan dari SMP Neegri 2 Pangururan pada tahun 2013.
Royberto Simbolon mencoba masuk TNI pada tahun 2014 dan dinyatakan gagal.
Tanpa ragu, ia kembali mencoba Secaba pada tahun 2015 dan dinyatakan lulus.
Ia juga mendapatkan pendidikan militer; Diksarpara, Raider, dan Perang Hutan pada tahun 2016.
Lalu, ia mendapatkan penugasan Pamtas Mobile RI-PNG pada tahun 2020. Jabatan terakhirnya adalah Baton I/B/305 pada tahun 2020, sebelumnya Danru 2/III/A/303 pada tahun 2018, dan Danru 1/I/B/305.
Kini, keluarga hanya bisa mengenang Serka Anumerta Roybertus Simbolon.
Baca juga: TNI Buru KKB Papua Penyerang Yahumiko Hingga Sebabkan Prajurit Gugur dan Dandim Alami Luka Tembak
Baca juga: Luka Mendalam Istri Serka Anumerta Roybertus Simbolon, Ditinggal Suami Gugur Ditembak KKB Papua
Wakil Bupati Kenang Sosok Serka Roybertus Simbolon yang Gugur Ditembak KKB Papua: Junior yang Baik |
![]() |
---|
Pemakaman Serka Roybertus Simbolon Penuh Haru, Warga Kompak Nyanyikan Lagu Gugur Bunga |
![]() |
---|
Guru Kenang Sosok Serka Roybertus Simbolon: Dia Teladan, Aktif dalam Segala Bidang Tapi Fokus 1 Hal |
![]() |
---|
Roybertus Simbolon Gugur Ditembak KKB Papua, KASAD Dudung: TNI Kehilangan Prajurit Tengkorak Kostrad |
![]() |
---|
Inilah Pesan Terakhir Serka Roybertus Simbolon Kepada Istrinya Merlita Silalahi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.