Profil dan Biodata Tokoh

Profil dan Biodata Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY, Presiden RI 2 Periode

Profil dan biodata Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY merupakan Presiden Republik Indonesia yang menjabat sejak tahun 2004 hingga 2014.

Editor: Suci Rahayu PK
Tribunnews.com/Chaerul Umam
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

TRIBUNJAMBI.COM - Profil dan biodata Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Susilo Bambang Yudhoyono atau yang dikenal dengan SBY merupakan Presiden Republik Indonesia yang menjabat sejak tahun 2004 hingga 2014.

Selain menjadi kepala negara selama dua periode, sosok Susilo Bambang Yudhoyono juga dicatat dalam sejarah sebagai presiden Indonesia pertama yang dipilih oleh rakyat secara langsung.

Selama menjabat sebagai Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono dikenal sebagai sosok yang berwibawa, cerdas, dan memiliki kemampuan public speaking yang baik.

Profil dan biodata SBY

Susilo Bambang Yudhoyono lahir di Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949.

Ia merupakan anak tunggal dari pasangan R Soekotjo dan Sitti Habibah.

Darah prajurit menurun dari ayah Susilo Bambang Yudhoyono yang pensiun sebagai Letnan Satu.

Sementara, ibunya, Sitti Habibah, putri salah seorang pendiri Pondok Pesantren Tremas di Pacitan.

Baca juga: Download Lagu MP3 Viral 2023 di TikTok Ada DJ Remix Super Bass, Unduh Lagu Snaptik Jadi MP3

Baca juga: Cerita Reiska Sandra Simanjuntak Jadi Kakak Asuh Stunting Jambi: Awalnya Khawatir Saat Hamil

Dikutip dari laman Perpustakaan Nasional RI, Susilo Bambang Yudhoyono menempuh pendidikan pertamanya di sekolah rakyat (SR).

Ketika duduk di bangku kelas lima, untuk pertama kalinya Susilo Bambang Yudhoyono kenal dengan Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang, Jawa Tengah.

Di kemudian hari, AMN berubah nama menjadi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri).

Dengan tekad yang tinggi, Susilo Bambang Yudhoyono berjuang untuk mewujudkan cita-cita masa kecilnya menjadi tentara selepas SMA tahun 1968.

Namun, lantaran terlambat mendaftar, Susilo Bambang Yudhoyono tidak langsung masuk Akabri.

Dia sempat menempuh pendidikan Teknik Mesin di Institut Sepuluh November Surabaya (ITS).

Ia juga sempat melanjutkan studi Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di Malang, Jawa Timur.

Bersamaan dengan itu, SBY mempersiapkan diri untuk masuk Akabri.

Jerih payah Susilo Bambang Yudhoyono berbuah manis.

Tahun 1970, ia akhirnya berhasil masuk Akabri dan menempuh pendidikan di Magelang, Jawa Tengah.

SBY satu angkatan dengan Menteri Pertahanan era Jokowi-Jusu Kalla, Ryamizard Ryacudu, serta Menteri Pertahanan era Jokowi-Ma'ruf Amin, Prabowo Subianto.

Semasa pendidikan, SBY mendapat julukan "Jerapah".

Prestasinya begitu menonjol hingga berhasil meraih predikat lulusan terbaik Akabri tahun 1973 dengan menerima penghargaan lencana Adhi Makasaya.

Tiga tahun setelahnya, tepatnya 30 Juli 1976, SBY menikah dengan Kristiani Herawati yang kemudian dikenal dengan Ani Yudhoyono, putri ketiga Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo.

Dari pernikahan keduanya, lahir Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro atau yang akrab disapa Ibas.

Keduanya kini juga aktif di partai politik.

Karier militer Perjalanan karier militer SBY dimulai dengan memangku jabatan sebagai Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (Komandan Peleton III di Kompi Senapan A, Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Kostrad) tahun 1974-1976, membawahi sekitar 30 prajurit.

Kefasihan Susilo Bambang Yudhoyono dalam berbahasa Inggris membuatnya terpilih mengikuti pendidikan lintas udara (airborne) dan pendidikan pasukan komando (ranger) di Pusat Pendidikan Angkatan Darat Amerika Serikat, Ford Benning, Georgia, tahun 1975.

Sekembalinya ke tanah air, Susilo Bambang Yudhoyono ditunjuk sebagai Komandan Peleton II Kompi A Batalyon Linud 305/Tengkorak (Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad) tahun 1976-1977.

Beliau pun memimpin pleton ini bertempur di Timor Timur.

Ketika bertugas di Mabes TNI-AD, SBY kembali mendapat kesempatan sekolah ke Amerika Serikat.

Selama 1982-1983, dia mengikuti Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, di AS.

Ia juga sempat mengikuti Jungle Warfare School di Panama (1983), Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman (1984), serta Kursus Komando Batalyon (1985).

Pada saat bersamaan SBY menjabat Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985).

Setelah itu, karier militer SBY terus menanjak.

Selama 1996-1997, ia menjabat sebagai Pangdam II/Sriwijaya sekaligus Ketua Bakorstanasda dan Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998), sebelum akhirnya menjabat sebagai Kepala Staf Teritorial (Kaster) ABRI (1998-1999).

Harta kekayaan SBY

Tak lama setelah berakhir masa jabatannya sebagai presiden, SBY tercatat melaporkan harta kekayaan sebesar Rp 13,9 miliar atau Rp 13.983.608.460.

Dari laporan pada 5 November 2014 itu, giro dan setara kas menjadi penyumbang terbesar dengan total Rp 6.716.832.460.

Kemudian, disusul dengan empat tanah dan bangunan di Kabupaten Bogor senilai Rp 5.477.866.000. SBY juga memiliki dua buah mobil dan satu sepeda motor senilai Rp 550 juta.

Selain itu, presiden ke-6 RI ini juga menyimpan harta bergerak lain sebesar Rp 1.238.910.000.

 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Cerita Reiska Sandra Simanjuntak Jadi Kakak Asuh Stunting Jambi: Awalnya Khawatir Saat Hamil

Baca juga: Polisi Kantongi Identitas Mayat Pria di Kawasan PT DPM, Kapolres: Namanya Belum Bisa Disampaikan

Baca juga: Bripka Handoko Sempat Cemas Lantaran Videonya yang Buka Pintu Sel Tahanan Viral di Medsos, Endingnya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved