Lekuk 50 Tumbi Desa Wisata Komplit di Kerinci

Desa wisata Lekuk 50 Tumbi Lempur merupakan daerah yang berada di Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Penulis: Herupitra | Editor: Teguh Suprayitno
istimewa
Desa wisata Lekuk 50 Tumbi Lempur merupakan daerah yang berada di Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. 

 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Desa wisata Lekuk 50 Tumbi Lempur merupakan daerah yang berada di Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Istilah Lekuk 50 Tumbi Lempur ini digunakan untuk penamaan kesatuan wilayah adat yang ada di Lempur, mulai dari Lempur Tengah, Lempur Mudik, Desa Baru Lempur, Lempur Hilir dan Manjuto Lempur. 

Desa wisata Lempur memiliki jarak tempuh dari pusat Kota Sungai Penuh yaitu 40 km. Daerah ini memiliki wisata alam yang komplit serta berbatasan langsung dengan hutan TNKS.

Wisata alam yang komplit tersebut diantaranya berupa Perbukitan, Gunung, air terjun, danau, flora dan fauna yang khas serta sungai yang mengalir dari hutan di Lempur.

Selain destinasi wisata alam yang eksotik, desa wisata lekuk 50 tumbi juga memanjakan pengunjungnya dengan wisata kuliner. Di lekuk 50 tumbi ada makanan tradisional yang cukup unik diberi nama kancung bruk.

Baca juga: Jalan Berubah Menjadi Sungai, Kerinci Sungai Penuh Diterjang Banjir

Di Lekuk 50 Tumbi juga banyak terdapat benda-benda sejarah, mulai dari mesjid kuno, batu selendrik, sawah purba, benteng juang 1901 dan bangunan kuno lainnya. 

Desa wisata Lekuk 50 Tumbi di Kelola oleh Lembaga adat yang bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata yaitu Pencagura. Pokdarwis tersebut merupakan kelompok masyarakat yang peduli terhadap kemajuan daerah melalui pariwisata. 

Semenjak dinobatkan sebagai desa wisata tahun 2015, masyarakat lokal masih belum bisa merasakan dampak positif dari desa wisata dalam peningkatan ekonomi. Rata-rata masyarakat lokal masih menjalankan aktivitas seperti biasa yaitu sebagai petani.

"Lekuk 50 Tumbi kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Kami 80 persen tamu hasil usaha sendiri sedangkan desa wisata lain 90 persen tamu adalah tamu pemerintah," ujar Hamka Pengiat wisata Lekuk 50 Tumbi.

Baca juga: Warga Sebut Sanksi Guide yang Dampingi WNA Mendaki Gunung Kerinci Ilegal Tak Sesuai SOP

Namun ujarnya, melihat potensi wisata alam yang komplit mengharuskan pengelola desa wisata Lekuk 50 Tumbi untuk bisa berinovasi membuat paket wisata yang nantinya menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung baik dari Indonesia ataupun mancanegara. 

"Kita akan terus berupaya agar desa wisata lekuk 50 tumbi ini bisa dikenal lebih luas," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved