Sabtu, 25 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Berita Jambi

Rumah Perjuangan, Perlawanan Warga Pemayungan Demi Tanahnya

Niat Teguh pindah ke Pemayungan, Tebo 16 tahun lalu hanya kepingin hidup lebih layak. Semua harta benda di kampung halamannya di Desa Sungai Akar,

|
Editor: Suci Rahayu PK
ist
Anggota PPPM diskusi di rumah perjuangan, di Desa Pemayungan, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo. 

TRIBUNJAMBI.COM – Niat Teguh pindah ke Pemayungan, Tebo 16 tahun lalu hanya kepingin hidup lebih layak. Semua harta benda di kampung halamannya di Desa Sungai Akar, Indragiri Hulu, Riau telah dijual. Tekadnya sudah bulat pindah ke Tebo untuk mulai kehidupan baru bersama keluarganya.

“Dulu niatnya pindah itu kepingin memperbaiki ekonomi, makanya yang di sana (Riau) saya jual semua,” kata pria keturunan Jawa itu, Kamis (16/3/2023) malam.

Tetapi niatnya hidup lebih layak berubah total saat PT Lestari Asri Jaya (LAJ), anak usaha PT Royal Lestari Utama (RLU) mendapatkan izin konsesi hutan tanaman industri (HTI) di Tebo pada 2009. Banyak lahan garapan masyarakat masuk dalam konsesi perusahaan dan memicu konflik berkepanjangan.

Sejak 2018 konflik antara masyarakat dan perusahaan memanas. Bertahun-tahun Teguh bergelut dengan rasa marah, kesal hingga putus asa. Tetapi dia berusaha bertahan.

“Mau bagimana lagi, ya mau nggak mau harus tetap bertahan, karena semua sumber penghidupan sudah di sini (Pemayungan).” katanya.

Dia mengaku tak tahu kehidupannya bakal seberat ini. “Dulu itu ya nggak tahu—bakal ada perusahaan masuk—karena masyarakat duluan yang datang.” imbuh Teguh.

Angga juga bernasib sama dengan Teguh. Lahan garapannya di wilayah Simpang Agus, Desa Pemayungan, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo diklaim LAJ sebagai wilayah konsesinya.

“Kamis minggu kemarin, orang perusahaan datang ke rumah mau pasang plang. Dia bilang kalau masyarakat merambah lahan perusahaan,” katanya.

Baca juga: Muncul Isu Amanda Manopo Sudah Bertunangan dengan Seorang Dokter

Baca juga: Detik-Detik Perampokan Bersenpi di Bank BPR Lampung Direkam Warga, 2 Pegawai Dikabarkan Tertembak

Orang-orang di Pemayungan yang bernasib sama seperti Teguh dan Angga, membuat sebuah serikat yang diberi nama Perkumpulan Petani Pemayungan Mandiri (PPPM) pada 2020.

Sampai sekarang perkumpulan ini mewadahi hampir 100 petani yang berkonflik dengan LAJ dan PT Wanamukti Wisesa, anak usaha RLU. Angga sendiri ditunjuk sebagai ketua dan Teguh wakilnya.

Rumah Perjuangan

Akhir 2022 lalu, PPPM mendapat dukungan dari Dana Nusantara yang diinisiasi oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) untuk pembentukan pusat pendidikan rakyat.

Fungsinya untuk merevitalisasi, memulihkan, berinovasi dan berkolaborasi untuk meningkatkan kapasitas, kualitas pengetahuan dan keterampilan masyarakat adat dan komunitas lokal dalam mempertahanan, melindungi dan mengelola tanah, wilayah dan sumber daya masyarakat.

Sokongan dana itu kemudian digunakan untuk merenovasi “Rumah Perjuangan” di Desa Pemayungan. Rumah panggung berdiding papan yang dulu tampak kusam, tanpa penerangan dan air, sekarang berubah total.

Rumah perjuangan 1
Warga Pemayungan tengah merenovasi Rumah Perjuangan.

Sejak awal tahun 2023, Rumah Perjuangan yang dibagun semi permanen itu mulai ramai. Hampir saban minggu anggota P3M melakukan diskusi dan pelatihan penguatan kapasitas.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved