Kisah Neng Maryani, Nasabah BTPN Syariah Berhasil Raup Untung hingga Rp50 Juta Sebulan

Neng Maryani, seorang ibu rumah tangga yang awalnya tidak memiliki penghasilan tetap, kini memiliki usaha yang memiliki omzet hingga Rp50 juta.

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rara
Neng Maryani, seorang ibu rumah tangga yang awalnya tidak memiliki penghasilan tetap, kini memiliki usaha yang memiliki keuntungan hingga Rp50 juta. 

TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Neng Maryani, seorang ibu rumah tangga yang awalnya tidak memiliki penghasilan tetap, kini memiliki usaha yang memiliki omzet hingga Rp50 juta per bulan.

Ia dengan modal terbatas, diawalinya dari ketidak sengajaan butuh pinjaman dan beruntungnya mengenal BTPN Syariah dari tetangga di lingkungannya.

"Pertamanya (tetangga-red) pada nggak mau kasih tahu. Tapi akhirnya saya bisa juga ikutan. Saya mulai pinjaman dengan Rp4 juta. Jadi saya berjualan, dapat bimbingan," ujarnya, Kamis (9/3/2023).

Tidak terpikir akan memiliki usaha dengan banyak reseller, awalnya ia hanya memproduksi pempek dalam jumlah sedikit.

Penjualan itu mulai terdengar dari mulut ke mulut, kekhasan cuko (cuka pempek-red) buatan Neng jadi pembicaraan para penikmatnya.

"Pempeknya dibawa ke sekolah anak, terus pesanan lebaran juga ada," cerita Neng, di depan teras rumah produksinya beralamatkan Jalan Mayjen Sutoyo, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Karena sudah mulai banyak dikenal, ia menamai Pempek buatannya dengan nama brand Hafish.

Baca juga: Resep Pempek Dos, Tetap Enak Walau Tanpa Ikan

Semangatnya semakin tumbuh untuk melanjutkan usaha Pempek yang terus bertambah peminatnya.

Banyaknya kebutuhan untuk menambah kepiawaian dalam berdagang, kebutuhan alat produksi membuat ia perlu penambahan modal usaha.

"Terakhir saya bisa pinjam Rp20 juta untuk keperluan produksi. Dari BTPN Syariah juga kasih pelatihan, ajarkan banyak ke saya," ujar dia.

Dengan kegigihannya, alhasil ia mendapatkan keuntungan hingga Rp50 juta dalam sebulannya.

Neng yang dahulu hanya dibantu dengan kerabat terdekatnya, kini telah memiliki 10 hingga 15 karyawan.

Pesanan yang pada momen-momen tertentu akan membludak ini, bahkan tak jarang menambah karyawan secara dadakan.

Ia saat ini tengah menekuni pengelolaan pemasaran pempek miliknya melalui digital.

Walau belum ia akui pemasaran digital belum optimal, pempeknya telah dibeli hingga keluar pulau.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved