Berita Tanjabbar

Kronologis Mahasiswa dan Siswi di Tanjabbar Terjerat Kasus Aborsi

Kronologis Kasus aborsi yang terjadi di Hotel Setia Jaya, Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Ist
Polres Tanjabbar press rilis kasus aborsi 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Kronologis Kasus aborsi yang terjadi di Hotel Setia Jaya, Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) dua tersangka berstatus mahasiswa.

AKBP Padli Kapolres Tanjabbar mengatakan, mengakibatkan dalam aborsi tersebut, korban DM (23) beserta bayinya meninggal dunia, saat masih di Hotel Setia Jaya, Kualatungkal.

"Korban DM merupakan mahasiswi, dan pacarnya ARB (21) mahasiswa di salah satu kampus swasta di Pamembang, sedangkan tersangka SAP (19) yang merupakan siswa SMK di Tanjabbar," jelasnya, Rabu (8/2/23).

Dari kasus ini kepolisian menemukan sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp. 950 juta, obat obatan dan sejumlah alat lainnya didua lokasi yang berbeda.

"Barang bukti kita temukan, salah satunya dirumah SAP dan Hotel Setia Jaya," tambahnya.

DM dan ARP tersebut berangkat dari Palembang dengan menggunakan mobil rental. Kemudian, keduanya melaju menuju Tanjabbar.

"Sebelumnya mereka berdua berkomunikasi dengan tersangka SAP dan dikirim lokasi di Tungkal," lanjutnya.

Kemudian sesampainya di Kuala Tungkal, korban DM dan ARB dibukakan kamar hotel oleh SAP. Keduanya kemudian tinggal di hotel tersebut dan diberikan sejumlah obat selama dua hari.

"Setelah itu dilakukan aborsi di kamar mandi, ARP diluar kamar mandi," jelasnya.

Kemudian, ARP masuk kekamar mandi dan melihat SAP memasukan bayi kedalam ember yang beriskan air.

"Saat itu SAP juga meminta gunting ke ARP untuk memotong plasenta yang belum keluar. SAP kemudian membawa DM ke atas kasur kamar hotel," tambahnya.

SAP kemudian meminta ARP untuk mencari pembalut dan plastik hitan untuk membingkus bayi yang telah meninggal.

"Kemudian SAP pulang dan meninggalkan pesan jika ada korban DM mengalami masalah untuk menghubungi SAP," lanjutnya.

"Tidak lama setelah DM diberi makan dan diberi obat. Korban DM merasa sakit dibagian bawah. Akan tetapi sakitnya tidak kunjung membaik dan korban dibawa ke RSUD KH Daud Arif Kualatungkal dan korban meninggal akibat pendarahan," tutupnya

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Terima Laporan 12 Dokter Spesialis di Kerinci, Ombudsman Panggil Direktur RSUD Mayjen A Thalib

Baca juga: Pakai Baju Terbuka, Postingan Jessica Iskandar Malah Banjir Cibiran: Kurang Bahan Nih

Baca juga: Putri Delina Ngaku Sulit Bertemu Adzam, Nathalie Holscher: Main Aja ke Rumah

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved