Sidang Ferdy Sambo
Terdakwa Pembunuhan Brigadir Yosua, Ferdy Sambo Cs Hari Ini Sidang Duplik, Akan Bantah Replik Jaksa?
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini menggelar sidang lanjutan kasus Sambo Cs dengan agenda pembacaan duplik dari tiga orang terdakwa
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Darwin Sijabat
Penguatan tersebut disampaikan jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat.
Sebelumnya Richard yang dituntut 12 tahun pidana penjara tersebut telah menyampaikan Nota Pembelaan atau pledoi.
Pledoi tersebut pun telah ditanggapi oleh tim JPU yang menangani perkara yang menyeret mantan Kadiv Propam, Ferdy Sambo.
Jaksa menilai bahwa pledoi dari terdakwa Bharada E atau tim kuasa hukum tersebut tidak memiliki dasar yuridis yang kuat.
"Bahwa pleidoi tim penasihat hukum haruslah dikesampingkan, karena uraian uraian tim penasihat hukum tidak memiliki dasar yuridis yang kuat yang dapat digunakan untuk menggugurkan surat putusan Penuntut Umum," kata jaksa Paris Manalu dalam persidangan.
Atas hal tersebut, jaksa memohon kepada majelis hakim PN Jakarta Selatan yang memeriksa dan mengadili perkara untuk menyampingkan pleidoi Bharada E.
"Memohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk menolak seluruh pleidoi dari tim penasihat hukum terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu," kata jaksa Paris.
Bukan hanya itu, jaksa juga meminta kepada majelis hakim untuk mengabulkan surat tuntutan yang dibacakan pada persidangan sebelumnya.
"Menjatuhkan putusan sebagaimana diktum penuntut umum yang telah dibacakan pada hari Rabu tanggal 18 Januari 2023," tukas jaksa.
Bharada E yang mengenakan pakaian kemeja putih serta celana hitam tampak melirik ke arah penasihan hukumnya, Ronny Talapessy.
Dia memandang ke arah Ronny saat mendengar bahwa nota pembelaannya di tolak oleh JPU di persidangan.
Bharada E juga tampak melihat meja majelis hakim selama mendengarkan replik dari jaksa penuntut umum.
Saat membacakan replik, jaksa juga mengatakan bahwa Bharada E tidak dalam keadaan tertekan saat menembak Brigadir Yosua.
"Richard Eliezer dalam hal ini bukan yang terpengaruh karena ketakutan atau karena di bawah kuasa penguasa," ujar jaksa penuntut umum.
Alih-alih tertekan, JPU menyimpulkan penembakan itu justru dilakukan karena loyalitas Richard kepada Ferdy Sambo sebagai atasannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/Richard-Eliezer_Kuat-Maruf_Putri-Candrawati_Ferdy-Sambo_Ricky-Rizal.jpg)