Berita Jambi
Tips Membeli Daging Ayam Ala Pedagang Pasar Angso Duo Baru Kota Jambi, Perhatikan Tekstur
Penjual ayam di Pasar Angso Duo jambi bagikan tips memilih gading ayam yang segar, bisa dilihat dari tekstur hingga berat ayamnya.
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Daging ayam merupakan satu di antara komoditas yang banyak diminati untuk memenuhi kebutuhan makan.
Apalagi daging ayam cenderung lebih murah dari pada ikan lantaran budidayanya pun tergolong cepat.
Karena konsumsi yang tinggi, banyak tempat pemotongan ayam sering kebanjiran pesanan baik dari pedagang maupun konsumennya langsung.
Eva, penjual ayam broiler Pasar Angso Duo Baru Kota Jambi mengatakan walaupun demikian, ia mewanti-wanti konsumen untuk lebih hati-hati dalam berbelanja daging ayam, Senin (30/1/2023).
Kata dia, pertama, konsumen harus memperhatikan bagaimana tekstur dari daging ayam yang hendak dibeli.
"Biasanya kalau sudah lama disembelih, dagingnya nggak segar lagi (lebih pucat-red). Karena pemasok itu biasanya nyembelih ayam pas jam 01.00 WIB, jadi kalau pedagang jualannya pagi ya daging pasti kurang segar," ungkapnya.
Baca juga: Bacakan Replik Kasus Sambo Cs, Jaksa Sebut Tak Pernah Menuntut Putri Candrawati dengan Sebutan Ini
Baca juga: Akibat PMK, Puluhan Sapi dan Kerbau di Muaro Jambi Mati
Atau bisa jadi daging tersebut sudah mulai dijual oleh pedagang sejak dini hari, itulah yang membuat teksturnya berubah.
Kedua, ia meminta pembeli memperhatikan dari sisi timbangan penjualan daging ayam.
Biasanya ada penjual yang jarum timbangannya dilebihkan agar berat daging ayam seolah-olah sesuai akad jual beli.
Ketiga, pembeli tidak boleh mudah tertipu dengan harga ayam yang lebih murah dari lapak lainnya.
"Karena bisa jadi itu ayam yang terakhir-terakhir, dan sengaja dijual murah untuk menghabiskan barang dagangan. Nah ini perlu diperhatikan untuk ibu-ibu yang lebih memilih murah dari pada kualitas ayam," ungkap dia.
Keempat, harga ayam yang mahal juga perlu diteliti oleh konsumen. Mengapa daging ayam tersebut lebih mahal dijual.
"Seperti lapak saya, dijual lebih mahal karena bagian berutunya saya buang. Lemak-lemak ayam pun saya potong, dan buang, jadi dia asli daging. Kecuali ada request dari konsumen," lanjut dia.
"Dari situlah konsumen belajar teliti, kenapa daging ayam bisa murah, dan kenapa bisa mahal. Harus tahu alasannya," bebernya.
(Tribunjambi.com/Rara Khushshoh Azzahro)
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Kekurangan Sopir Ambulance di Puskesmas Tebo, Kapus Rangkap Nyopir
Baca juga: Kekurangan Sopir Ambulance di Puskesmas Tebo, Kapus Rangkap Nyopir
Baca juga: Ratusan Sapi dan Kerbau di Muaro Jambi Terkena PMK, Pemilik Ternak Rugi
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.