Pembunuhan Brigadir Yosua

Pledoi Ricky Rizal: Saya Tidak Tahu Permasalahan Yosua dengan Putri Candrawati

Terdakwa perkara pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, Bripka Ricky Rizal Wibowo, membaca pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/1/202

Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
CAPTURE KOMPAS TV
Ricky Rizal Wibowo saat membacakan pledoi pada perkara pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, Selasa (24/1/2023) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Terdakwa perkara pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, Bripka Ricky Rizal Wibowo, membaca pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2023).

Dia sempat menangis saat membacakan kalimat demi kalimat yang tertera dalam kerta HVS putih yang berada di tangan kiri, yang berisi nota pembelaannya, atas pembunuhan anggota Polri asa Jambi itu.

Berikut cuplikan nota pembelaan yang dibacakan Ricky Rizal hari ini:

Tidak pernah terbayangkan sedikitpun ada kejadian pada malam hari tanggal 7 Juli 2022 di rumah Magelang yang selanjutnya membuat saya dituduh melakukan bentuk perbuatan melawan hukum, sehingga membuat saya harus duduk di sini, di hadapan majelis yang mulia, untuk membacakan nota pembelaan atau pledoi pada hari ini

Pengamanan senjata api yang dianggap oleh penuntut umum sebagai bagian dari perencanaan pembunuhan terhadap almarhum Nofriansyah, dengan tegas saya sampaikan, bahwa saya tidak pernah tahu ada rencana pembunuhan apalagi dianggap sebagai bagian dalam rencana tersebut.

Pada saat itu terjadi, keributan antara almarhum Yosua dengan om Kuat Maruf yang mendasar cerita dari om Kuat Maruf sempat menggunakan pisau untuk mengejar almarhum Yosua.

Saya sebagai seorang anggota Polri sebagai senior sebagai yang dituakan, melakukan tindakan pengamankan senjata sebagai bentuk antisipasi dan mitigasi resiko terjadinya keributan kembali diantara mereka,

Upaya pengamanan terhadap pisau yang dipakai juga sudah saya lakukan malam itu, dan tindakan pengamanan senjata api Sudah saya sampaikan langsung terhadap almarhum Yosua.

Saya sama sekali tidak mengetahui ada permasalahan antara almarhum Nofriansyah Yosua Hutabarat dengan Ibu Putri.

Saya tidak pernah tahu bahwa ada ancaman yang dilakukan oleh almarhum Nofriansyah kepada ibu Putri.

Selain itu yang mulia majelis hakim, saya tidak pernah ada permasalahan baik secara pribadi maupun kedinasan dengan almarhum Yosua.

Dari keterangan saksi yang hadir di persidangan tidak ada yang menyebutkan ada perintah terkait mengamankan senjata.

Didukung hasil pemeriksaan poligraf kepada saya, dengan isu apakah ada seorang yang menyuruh mengamankan senjata milik Nofriansyah, yang saya jawab tidak ada, dan terindikasi jujur

Berdasarkan pada keterangan saksi bapak Ferdy Sambo, Ibu Putri, om Kuat, dan Susi yang menyatakan mereka tidak mengetahui bahwa saya telah mengamankan senjata milik almarhum Yosua Hutabarat.

Hal ini juga diperkuat keterangan yang termuat dalam berkas surat tuntutan yang dikemukakan oleh penuntut umum bahwa terdapat komunikasi antara bapak Ferdy Sambo dengan Ibu Putri yang tidak pernah saya ketahui pada Jumat dini hari tanggal 8 Juli yang menyatakan bahwa Ibu Putri meminta bapak untuk tidak menghubungi ajudan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved