Sidang Ferdy Sambo

Kuat Maruf Bacakan Pledoi: 'Demi Allah Saya Bukan Orang Sadis', Ungkap Kebaikan Almarhum Yosua

Terdakwa Asisten Rumah Tangga (ART) Ferdy Sambo, Kuat Maruf mengatakan dirinya tidak sampai hati untuk membunuh Brigadir Yosua Hutabarat alias

Editor: Fifi Suryani
Capture Kompas TV
Kuat Maruf, terdakwa pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat sampaikan nota pembelaan 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Terdakwa Asisten Rumah Tangga (ART) Ferdy Sambo, Kuat Maruf mengatakan dirinya tidak sampai hati untuk membunuh Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Hal itu disampaikan Kuat Maruf saat membacakan pledoi atau nota pembelaan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/1)."Demi Allah saya bukan orang sadis tega dan tidak punya hati untuk ikut membunuh orang apalagi orang yang saya kenal baik dan pernah menolong saya," katanya.

Kuat Maruf mengenal almarhum Brigadir J sosok yang sangat baik selama bertugas bersama untuk keluarga Ferdy Sambo.

Dia bahkan masih ingat Brigadir J telah membantu biaya sekolah anaknya yang menunggak.

"Bahkan saat saya 2 tahun tidak bekerja dengan bapak Ferdy Sambo, almarhum Yosua pernah bantu saya dengan rezekinya karena saat itu anak saya belum bayar sekolah," jelas Kuat Maruf.

Dia menyatakan tidak mengerti persidangan yang menuntut dirinya dalam kasus pembunuhan berencana.

Kuat Maruf juga tidak mengatahui kesalahan apa yang telah diperbuat sehingga harus menjalani persidangan.

"Saya yang merasa bingung dan tidak mengerti dengan semua proses persidangan yang sedang berjalan, tetapi saya tetap berusaha untuk menjalankan proses persidangan sebagaiman seharusnya," ucap Kuat Maruf.

"Saat ini saya tidak tahu salah saya apa dan saya tidak mengerti kenapa saya dituduh ikut dalam perencanaan pembunuhan almarhum Yosua," tukasnya.

Kuat Maruf mengeluhkan adanya berbagai tuduhan terlibat dalam pembunuhan terhadap almarhum Yosua.

Dia juga heran tuduhan selingkuh dengan istri majikannya, Putri Candrawathi

"Saya sudah ditahan kurang lebih 5 bulan dan selama itu juga saya sudah dituduh sebagai orang yang ikut merencanakan pembunuhan kepada almarhum Yosua," ucap Kuat Maruf.

"Bahkan yang lebih parah di media sosial saya dituduh berselingkuh dengan Ibu Putri," imbuhnya.

Kuat menuturkan bahwa pihaknya tidak percaya kejadian ini terus menerpa keluarganya.

Kasus ini pun, diakuinya, telah membuat anak dan istrinya terpukul.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved