Pembunuhan Brigadir Yosua

Kuat Maruf dan Ricky Rizal Akan Dituntut Hukuman Mati? Hari Ini Sidang Tuntutan

Hari ini digelar sidang tuntutan terhadap terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf, di PN Jakarta Selatan mulai pukul 09.30 WIB, Senin (16/1/2023).

Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
WARTA KOTA/YULIANTO
Kuat Maruf terdakwa dalam perkara pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hari ini digelar sidang tuntutan terhadap terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Maruf, di PN Jakarta Selatan mulai pukul 09.30 WIB, Senin (16/1/2023).

Pada dakwaan, mereka berdua didakwa Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 KUHP. Ancaman hukuman maksimal pidana mati, sama dengan tigak terdakwa lainnya.

Apakah jaksa penuntut umum akan menuntut keduanya dengan ancaman hukuman maksimal yakni pidana mati? Semua akan terjawab pada sidang yang akan dipimpin oleh hakim Wahyu Imam Santoso mulai pagi ini.

Pakar hukum pidana, Jamin Ginting, menyebut dari proses persidangan yang disaksikannya, ia memprediksi tuntutan untuk Ricky Rizal akan lebih tinggi dibandingkan Kuat Maruf.

Dia melihat pengetahuan Kuat Maruf dalam perencanaan pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat ini cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan terdakwa lainnya.

Namun dari bukti dan petunjuk di persidangna, ucapnya, besar kemungkinan Kuat Maruf juga mengetahui akan adanya pembunuhan terhadap Yosua.

"Kedudukan Ricky Rizal lebih beratlah dibandingkan Kuat Maruf. Tuntutannya saya kira akan lebih beratlah untuk Ricky Rizal, apalagi dia juga seorang penegak hukum yang aktif," ungkapnya, dalam tayangan di Kompas TV pagi ini. 

Sebagaimana diketahui, Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Josua tewas ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga Nomor 46 pada 8 Juli 2022.

Pembunuhan dilakukan setelah Ferdy Sambo mendapatkan pengaduan dari istrinya, yang mengaku mendapatkan tindakan pelecehan seksual di Magelang.

Adapun dugaan tindakan asusila di Magelang ini tidak pernah dilaporkan kepada polisi. Demikian juga visum tidak pernah dilakukan oleh Putri Candrawati yang mengaku sebagai korban.

Baca juga: Tidak Ada Bukti Terlibat Pembunuhan, Penasehat Hukum Minta JPU Tuntut Bebas Kuat Maruf

Baca juga: Jadwal Sidang Tuntutan Ferdy Sambo, Putri Candrawati, Kuat Maruf dan Ricky Rizal

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved