Sidang Ferdy Sambo
Akun Instagram Reni Kusumowardhani Ahli Psikologi Forensik Diserang Netizen
Akun instagram Reni Kusumowardhani dibanjiri komentar negatif, setelah memberikan keterangan sebagai ahli psikologi forensi pada sidang ferdy sambo
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
Instagram Reni Kusumowardhani Dibanjiri Komentar Netagif
TRIBUNJAMBI.COM - Banyak masyarakat merasa kecewa terhadap keterangan yang disampaikan oleh Reni Kusumowardhani sebagai ahli psikologi forensik, saat sidang pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat.
Dia bersama dua ahli hukum pidana dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum pada sidang Ferdy Sambo dkk yang digelar di PN Jakarta Selatan, Rabu (21/12/2022).
Setelah sidang, akun instagram Reni Kusumowardhani terlihat dibanjiri komentar negatif oleh netizen.
Terpantau, sudah lebih dari 300 komentar di kolom komentar di tiga foto yang terakhir diunggahnya.
Semua bernada kekesalan, menyayangkan, bahkan ada yang menjurus pada tuduhan serius.
Belum satu pun komentar netizen yang ditanggapinya secara langsung hingga malam ini.
Reni memilih cara menanggapinya dengan memposting sejumlah dukungan kepadanya lewat instagram story.
Pada kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat ini, Lembaga Apsifor diminta penyidik melakukan pemeriksaan psikologis para terdakwa.
Awalnya Lembaga Apsifor yang dipimpin oleh Reni ini diminta bantuannya oleh Polda Metro Jaya.
Saat kasusnya ditarik ke Mabes Polri, Apsifor tetap diminta melanjutkan tugasnya.
Pada sidang tadi, Reni Kusumowardhani dihadirkan sebagai ahli.
Dalam KUHAP, ahli dihadirkan untuk menjernihkan persoalan.
Baca juga: Reza Khawatir Hasil Pemeriksaan Psikologi Forensik Brigadir Yosua Tidak Valid
Sesuai ketentuan dalam Pasal 183, Pasal 184 dan Pasal 186 KUHAP, keterangan ahli bisa menjadi alat bukti yang sah di pengadilan.
Dalam artikelnya yang diterbitkan di hukumonline, Poltak Hutajulu dan Rasamala Aritonang (kini jadi penasihat hukum Ferdy Sambo) menyebut, ahli memiliki sifat yang berbeda dari alat bukti lainnya.
Keterangan ahli selalu berkenaan dengan pengetahuan yang lahir dari keilmuan maupun pengalaman yang dimiliki ahli.
Keterangan ahli tidak akan terhubung langsung dengan fakta kasus.
Tapi keterangan itu diperlukan untuk memahami kaidah logis yang bekerja melingkupi fakta, menguji apakah fakta koheren atau malahan berlawanan dengan suatu norma, teori, atau konsep.
Keterangan Putri Candrawati Menurut Afsifor Layak Dipercaya
Keterangan Ahli Psikologi Forensik yang juga Ketua Apsifor, Reni Kusumowardhani, keterangan Putri Candrawati soal kekerasan seksual layak dipercaya.
Hal itu disampaikannya saat dihadirkan JPU sebagai ahli di sidang pembunuhan Brigadir J, Rabu (21/12/2022).
Dia menyebut demikian saat jawab pertanyaan dari Febri Diansyah, panasihat hukum Putri Candrawati.
Dijelaskannya, yang disampaikan Putri Candrawati soal kekerasan seksual itu berkesesuaian dengan kriterianya.
Bahkan Apsifor membuat rekomendasi perlu didalami secara hukum dugaan kasus kekerasan seksual yang terjadi di Magelang.
Reni kemudian menjelaskan, walau menyebut bahwa keterangan istri Ferdy Sambo layak dipercaya, tapi tidak bisa memastikan terjadi atau tidaknya kasus itu.
"Itu bukan kapasitas kami (untuk memastikan). Tapi ada petunjuk ke arah sana," ungkapnya.
Lembaga Apsifor ini dilibatkan kepolisian dalam penyidikan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Reni mengatakan, awalnya Apsifor mendapat mandat dari Polda Metrojaya, saat kasus itu masih belum ditarik ke Mabes.
Baca juga: Keterangan Ahli Pada Sidang Ferdy Sambo Perkara Pembunuhan Berencana Brigadir J
Selanjutnya saat kasus sudah ditarik ke mabes dan ditangani Tim Khusus, surat tugas dari Polda Metro Jaya diganti dengan surat tugas dari mabes.
Pada kasus dugaan kekerasan seksual, banyak yang meragukan peristiwa itu terjadi.
Apalagi Putri yang mengaku sebagai korban, masih mengajak Brigadir Yosua bertemu, beberapa menit setelah klaim peristiwa itu terjadi.
Pertemuan itu dilakukan secara empat mata di dalam kamar yang tertutup.
Reni mengakui memang jarang ada korban pemerkosaan yang mau bertemu pelaku, tapi dilihat dari profil Putri Candrawati, ada kemungkinan korban masih mau bertemu dengan pelaku.
Pada keterangannya juga, dia mengatakan pada masa kecil, Yosua dikenal sebagai anak yang baik.
Namun sejak menjadi kepala rumah tangga, ucap dia, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap keluarga dan teman dekat, mulai ada perubahan.
"Mulai jarang telepon," ucapnya tentang perubahan pada diri anak dari Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak itu.
Dia menyebut ADC juga mengatatakan ada beberapa perilaku.
"Itu yang kami dalami dari beberapa orang yang secara konsisten memberi penilaian," ungkapnya.
Baca juga: Menurut Ahli, Kepribadian Ferdy Sambo Butuh Dukungan untuk Mengambil Keputusan Besar
Simpulan Hasil Pemeriksaan
Para pihak yang diperiksa yakni Ferdy sambo, Richard Eliezer, Ricky Rizal, Putri Candrawati, dan Kuat Maruf serta para saksi cukup memiliki kompetensi psikologis dalam memberikan keterangan untuk kepentingan pemeriksaan psikologi
Namun dijumpai pada beberapa orang seperti Susi kecerdasannya memang di bawah sampai sangat rendah, daya ingatnya juga tidak terlalu baik.
Para terdakwa memiliki kompetensi psikologis untuk mengikuti proses peradilan
Resume data peristiwa dan tentang gambaran umum serta profil psikologi tersangka secara umum dapat diterima sebagai dasar untuk analisis profil psychologist termasuk dalam kaitannya dengan peristiwa dugaan tindak pidana pembunuhan.
Ada keterbatasan data untuk menarik kesimpulan profil psilogis Nofriansyah Yosua Hutabarat karena yang bersangkutan sudah meninggal dunia.
Meskipun demikian diperoleh informasi konsisten dari para informan dan tersangka mengenai beberapa hal.
Kecerdasannya diduga tergolong rata-rata dan juga berfungsi dalam batas normal.
Tidak dijumpai adanya riwayat tingkah laku Yosua dalam melanggar aturan, terlibat perkelahian, dan penyalahgunaan narkotika.
Masa kecil sampai di usia remaja dikenal sebagai anak dengan karakter yang baik, yang aktif dalam berbagai kegiatan positif di lingkungannya.
Di awal bekerja sebagai polisi dikenal sebagai anggota yang cekatan memiliki dedikasi, tidak pernah membantah, sikap patuh, mampu bekerja dengan baik, tidak menonjol, layak direkomendasikan sebagai ADC pejabat tinggi kepolisian.
Didapatkan juga informasi dari teman-teman dan rekan kerja yang saling bersesuaian dan konsisten awalnya Yosua dinilai bisa bekerja dan menjalankan peran ADC dengan baik .
Ada perubahan sikap setelah diberikan kepercayaan sebagai kepala rumah tangga, yang juga ditugaskan mendampingi Ibu Putri.
Penampilannya menurut rekan-rekannya jadi terkesan lebih mewah di dibanding sebelumnya, menunjukkan power, dan dominasi terhadap ADC dan perangkat rumah tangga lain.
Dia juga disebut berperilaku yang dinilai ada kalanya tidak selayaknya dilakukan ADC.
Hasil lainnya dari Apsifor, Yosua merasa lebih dipercaya dan diistimewakan Ibu Putri dan memiliki keberanian menunda pekerjaan. (*)
Baca juga: Alasan Aktivis Perempuan Tak Dampingi Putri Candrawati yang Ngaku Jadi Korban Pelecehan Yosua
Baca juga: Vera Simanjutak Yakin Brigadir Yosua tak Lakukan Pelecehan: Dia Begitu Baik
Baca juga: Analisa Pengacara Keluarga Brigadir Yosua: Cinta Ditolak Tembakan Bertindak