Jumat, 5 Juni 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pembunuhan Brigadir Yosua

Putri Candrawati Ingin Dipahami, Ferdy Sambo Bantah Keterangan Ahli Kriminolog

Mustofa mengatakan berdasarkan analisanya pada kronologi yang disampaikan oleh penyidik, pembunuhan terhadap Yosua merupakan pembunuhan berencana.

Tayang:
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
KOLASE TRIBUN JAMBI
Ferdy Sambo dan Putri Candrawati 

Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kriminolog Universitas Indonesia, Profesor Muhammad Mustofa, dihadirkan sebagai saksi pada sidang pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, Senin (19/12/2022).

Pada keterangannya, Mustofa mengatakan berdasarkan analisanya pada kronologi yang disampaikan oleh penyidik, pembunuhan terhadap Yosua merupakan pembunuhan berencana.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh Ferdy Sambo, yakni kesaksian ingin main badminton sasaat setelah istri cerita diperkosa, justru memberi penjelasan secara gamblang peristiwa itu adalah pembunuhan berencana.

Keterangan dan pendapat ahli kriminolog itu dibantah oleh Ferdy Sambo, dengan menyebut tidak ada perencanaan.

"Sangat disayangkan konstruksi yang dibangun penyidik kemudian diberikan kepada ahli tidak secara menyeluruh, sehingga hasilnya tidak konfrehensif, tapi subjektif," ungkapnya.

Pada keterangannya juga, kriminolog sangat meragukan adanya peristiwa kekerasan seksual di Magelang. Bahkan menurutnya tak mungkin.

"Terkait tanggapan kejadian di Magelang bahwa tidak mungkin itu terjadi, saya pastikan itu terjadi," kata Ferdy Sambo menanggapi.

Dia juga menyebut tak mungkin berbohong, sebab masalah itu menyangkut istrinya yang dicintainya.

Sementara Putri Candrawati saat diberi kesempatan menanggapi kesaksian kriminolog itu mengatakan, dirinya tidak megetahui suaminya akan ke Duren Tiga.

Pernyataan itu untuk membantah perencanaan secara bersama-sama yang melibatkan dirinya.

"Saya juga tidak mengetahui saat terjadi penembakan itu, karena saya di kamar tertutup," ungkapnya.

Adapun dalam keterangan Richard Eliezer terdahulu, kamar Putri tidak tertutup penuh, tapi tertutup setengah.

Selanjutnya, Putri mengatakan menyayangkan ahli kriminolog yang hanya baca satu sumber berita acara pemeriksaan.

"Saya berharap bapak bisa memahami perasayaan saya sebagai seorang perempuan korban kekerasan seksual, pengancaman, dan penganiayaan," harap Putri Candrawati.

Kuat Maruf dan Ricky Rizal, saat diminta tanggapannya menyebut tidak tahu menahu soal keterangan lima ahli yang dihadirkan itu.

Baca juga: Martin Simanjuntak Ungkap Pemicu Ferdy Sambo Perintah Bhrada E Tembak Brigadir Yosua

Keterangan Ahli Kriminolog

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved