Sidang Ferdy Sambo
Tanggapan Ferdy Sambo dan Putri Candrawati Atas Keterangan Ahli Poligraf
Terdakwa pada kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo, menyayangkan metode uji poligraf yang dilakukan Pubslabfor Polri.
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
Sementara pada pemeriksaan kedua, dia ditanya apakah melihat Ferdy Sambo menembak Brigadir Yosua.
Dia menjawab tidak, dan hasilnya negatif, yang menjadi indikasi bohong. Ini jadi petunjuk bahwa Kuat Maruf melihat Sambo tembak Yosua.
Pertanyaan yang disampaikan kepada Ricki Rizal yang dijawab jujur adalah, apakah ada yang menyuruhnya mengambil senjata Yosua.
Dia menjawab tidak. Hasilnya berdasarkan uji poligraf adalah indikasi jujur.
Pada pemeriksaan kedua, dia ditanya apakah lihat Ferdy Sambo tembak Yosua.
Ricky menjawab tidak. Hasilnya indikasi jujur, yang menjadi petunjuk, sesuai keterangannya, tak melihat atasannya itu lakukan penembakan.
Baca juga: Pakar Hukum Pidana Sentil Penasihat Hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawati
Sementara Bharada Richard Eliezer ditanyakan apakah memberikan keterangan palsu menembak Yosua. Dia menjawab tidak, dan indikasi jujur.
Pemeriksaan uji poligraf menggunakan scoring.
Bila skor negatif, maka jadi indikasi bohong, dan bila positif menjadi indikasi jujur.
Berikut hasil skor uji poligraf kepada kelima terdakwa pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat.
1. Putri Candrawati, skor -25 (indikasi bohong)
2. Ferdy Sambo, skor -8 (indikasi bohong)
3. Kuat Maruf, pemeriksaan pertama skor +9 (indikasi jujur), dan pemeriksaan kedua skor -13 (indikasi bohong)
4. Ricky Rizal, pemeriksaan pertama skor +11 (indikasi jujur), dan pemeriksaan kedua skor +19 (indikasi jujur).
5. Richard Eliezer, mendapatkan skor +13 (indikasi jujur).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20221210_Bharada-Richard-Eliezer-dan-Ferdy-Sambo.jpg)