Minggu, 31 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Pembunuhan Brigadir Yosua

Penyebab Brigadir Yosua Dibunuh, Ferdy Sambo Dinilai Termakan Perkataan Istri

Pengamat Hukum Pidana menyebut pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat terjadi karena Ferdy Sambo termakan perkataan istrinya sendiri yang bohong

Tayang:
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
KOLASE TRIBUNJAMBI.COM
Ferdy sambo, Brigadir Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi 

TRIBUNJAMBI.COM - Pengamat Hukum Pidana, Abdul Fickar, meragukan adanya peristiwa kekerasan dan pelecehan seksual kepada Putri Candrawati di Magelang.

Menurutnya, pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat terjadi karena Ferdy Sambo termakan perkataan istrinya sendiri yang melapor telah dilecehkan.

"Menjadi tidak rasional seorang laki-laki. Begitu istri mengaku diganggu langsung begitu, tanpa ada klarifikasi atas kejadian sebenarnya," kata Abdul Fickar, di acara Satu Meja Kompas TV.

Keraguan adanya peristiwa pelecehan kepada Putri Candrawati juga disampaikan oleh Nursyahbani Katjasungkana, Ketua Pengurus Asosiasi LBH Apik Indonesia.

Aktivis perempuan itu mengatakan, muncul keraguan itu berawal dari adanya kebohongan di awal, yang merupakan bagian dari obstruction of justice.

"Saya memang meragukan motifnya pelecehan seksual itu. Pertama ada kebohongan. Kemudian dibangun argumen baru mengatakan ada saksi, tapi saksi-saksi itu kan orang yang dibayar," ungkapnya.

Adapun saksi yang disebut dibayar itu merupakan asisten rumah tangga yang hingga kini bekerja untuk keluarga Ferdy Sambo, mendapat gaji rutin atas pekerjaannya.

Dia menjelaskan, kekerasan seksual biasa terjadi karena adanya ketimpangan relasi kuasa secara gender.

"Pada konteks PC (Putri Candrawati) saya kira itu tidak ada ketimpangan relasi kuasa," ungkapnya.

Justru, kata Nur, Putri harusnya dilihat sebagai seorang yang punya kuasa.

"Yosua itu bawahannya, yang bisa disuruh-suruh belanja," ungkapnya.

Dia menyebut, berdasarkan analisa ini, walau dia sebagai aktivis perempuan, menjadi sangat ragu telah terjadi pemerkosaan atau pelecehan.

"Pada kultur polisi, kalau mau masuk saja beri hormat," ungkapnya, pada acara Satu Meja.

Sementara Kuasa Hukum Putri Candrawati, Febri Diansyah, masih meyakini kliennya merupakan korban dugaan kekerasan seksual.

Dia memahami bahwa memang publik akan banyak yang ragu atas adanya peristiwa itu.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved