Berita Tanjabbar
Guru Honorer di SDN 171 Tanjabbar Terancam Diberhentikan Gegara Daftar PPPK, Kepsek: Sebatas Wacana
Empat guru honorer di SDN 171 WKS Tebing Tinggi Tanjabbar mengikuti sertifikasi Pegawai Pemerintah dengan Perjajian Kerja (PPPK).
Penulis: Ade Setyawati | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Empat guru honorer di SDN 171 WKS Tebing Tinggi Tanjabbar mengikuti sertifikasi Pegawai Pemerintah dengan Perjajian Kerja (PPPK).
Namun terancam diberhentikan pada Januari 2023 mendatang.
Menurut informasi yang didapat, total guru tersebut ada 4 orang.
Dua di antaranya lulus sertifikasi PPPK dan 1 lulus sertifikasi PPK.
Sedangkan satu lagi masih berstatus honorer biasa.
"Ira Yulida, S Pd, Siti Hindun, S Pd dan Umi Dayati, S Ag, dan satu lagi guru honorer biasa," jelas narasumber yang tidak ingin disebut namanya, Selasa (13/12/2022).
Ia melanjutkan, para guru tersebut diminta pihak sekolah untuk mencari sekolah lain, sedangkan sekolah yang ada sudah penuh.
"Kasihan guru honor yang sertifikasi disuruh cari SD lain. Sementara semua SD lain udah penuh dengan guru honornya," tambahnya.
Selain meminta guru honorer pindah sekolah, sumber menyemburkan jika sekolah juga tidak memberikan gaji yang bersumber dari Dana Bantuan Operasional (BOS) dan digaji hanya bersumber dari APBD kabupaten Tanjabbar.
"Alasannya dana bos dak cukup lagi, semua guru tidak tau dikemanakan dana bos itu sejak covid-19," tutupnya.
Sarjono Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Tanjabbar saat dikonfirmasi meminta untuk langsung mengonfirmasi ke pihak sekolah
"Klarifikasi saja langsung ke sekolah, karena GTT itu yang mengangkat dan yang memberhentikan kepala sekolah, bukan dinas," tutupnya.
Mansur Kepala Sekolah SDN 171 WKS Tebing Tinggi mengatakan pemberhentian guru honorer baru sebatas wacana.
"Baru wacana, hingga saat ini belum ada putusannya, saya masih akan konsultasi dengan Disdikbud Tanjabbar," jelasnya.
"Bukan diberhentikan tapi usahakan pindah ke sekolah yang masih kurang guru honorernya, sementara di sekolah kami sekarang jumlah guru PNS nya ada 7 orang, jadi dari bulan September 2022 mereka sudah saya suruh carilah sekolah di sekitar Tebing untuk pindah mengajar," tambahnya.