Pembunuhan Brigadir Yosua

Ferdy Sambo: Jangan Sampai Framing Ini Membuat Media Mengetahui Saya Tidak Jujur

asil test lie detector untuk Ferdy Sambo adalah dia tidak jujur saat ditanya apakah ikut menembak Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Ferdy Sambo menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan 

TRIBUNJAMBI.COM - Akhirnya terungkap hasil test Lie Detector untuk Ferdy Sambo yang dilakukan pada awal September 2022 lalu. Berdasarkan hasil tes, dia tidak jujur saat ditanya apakah ikut menembak Yosua.

Lie detector atau disebut juga dengan uji poligraf adalah gabungan dari alat kesehatan yang digunakan mendeteksi seseorang apakah bohong atau jujur.

Setelah hasil uji poligraf dilakukan, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, saat itu mengatakan tes ini bersifat pro justitia untuk penyidik.

Hal ini berarti uji poligraf ini tindakan yang sah secara hukum, memiliki kekuatan hukum mengikat, dan bisa juga dijadikan alat bukti maupun petunjuk.

"Pernah nggak saudara diperiksa dengan menggunakan alat poligraf?" tanya jaksa penuntut umum kepada Ferdy Sambo yang jadi saksi untuk tiga terdakwa.

"Pernah," jawab suami Putri Candrawati tersebut.

Jaksa kemudian mengungkapkan, pertanyaan yang saat itu diajukan untuk Ferdy sambo adalah apakah ikut melakukan penembakan pada Brigadir Yosua Hutabarat.

"Jawaban saudara apa?" tanya jaksa, pada sidang yang digelar di PN Jakarta Selatan itu.

"Tidak," jawab Ferdy Sambo.

"Sudahkah hasilnya saudara ketahui?" tanya jaksa.

"Sudah," jawab Ferdy Sambo.

"Apa?" tanya JPU lagi.

"Tidak jujur," Jawab Ferdy Sambo.

"Terima kasih majelis," ujar JPU, yang mengakhir pertanyaannya untuk bekas Kadiv Propam itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved