Breaking News:

Berita Merangin

Polres Merangin Masih Lengkapi Berkas Kasus Korupsi Dana BOS SMP 10, Dua Tersangka Belum Ditahan

AKP Lumbrian Hayudi Putra mengatakan, saat ini proses penyidikan masih terus bejalan.

Penulis: Solehan | Editor: Rahimin
tribunjambi/solehan
Unit Tipikor Satreskrim Polres Merangin melakukan pemeriksaan terhadap YS dan HR, yang merupakan tersangka kasus korupsi dana BOS SMP 10 Merangin. 

TRIBUNJAMBI.COM, MERANGIN - Tersangka kasus korupsi dana bantuan operasional sekolah atau BOS SMP 10 Merangin, YS (58) mantan kepala sekolah dan HR (43) selaku bendahara sampai saat ini belum ditahan Satreskrim Polres Merangin.

Kapolres Merangin AKBP Dewa Ngakan Nyoman Arinata melalui Kasat Reskrim AKP Lumbrian Hayudi Putra mengatakan, saat ini proses penyidikan masih terus bejalan.

"Kami telah melakukan tahap 1 dalam kasus ini, dan sekarang sedang melengkapi p19 dari kejaksaan," katanya, Senin (5/12/2022).

Dalam kasus dugaan korupsi dana BOS SMP 10 Merangin Desa Sido Rukun, Kecamatan Margo Tabir Tahun Anggaran 2020 dan 2021, Unit Tipikor Satreskrim Polres Merangin menetapkan dua orang sebagai tersangka

Dua tersangka yaitu YS (58), selaku mantan kepala sekolah, dan HR (43), selaku Bendahara Pengelolaan Dana BOS.

Kapolres Merangin mengatakan, penyelidikan kasus ini bermula dari adanya laporan di Polda Jambi, terkait pembayaran honor di SMP 10 Merangin tersebut.

"Kemudian kita tindak lanjuti laporan itu, dan hasilnya didapati adanya penyimpanan dalam pengelolaan oleh mantan kepala sekolah dan bendahara, dengan cara merekayasa laporan pertanggungjawaban penggunaan dana bos," katanya, Selasa (8/11/2022) lalu.

Selain itu, kepala sekolah juga membuat stempel toko palsu, sehingga saat dikonfirmasi, toko bersangkutan membantah pembelian yang tertera di nota tersebut.

"Akibat perbuatan kedua tersangka, kerugian negara mencapai Rp 541 juta," ujarnya.

Namun, tersangka YS saat ini sudah mengembalikan kerugian negara senilai Rp 378 juta, sedangkan tersangka HR mengembalikan Rp 25 juta. 

"Total kerugian negara yang sudah dikembalikan saat ini mencapai Rp403 juta, sehingga kerugian yang belum dikembalikan tersisa Rp137 juta," pungkasnya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Bos, Mantan Kepsek SMP 10 Merangin Akan Tetap Dapat Uang Pensiunan

Baca juga: Kadis Pendidikan Nasution Akui Pernah Diperiksa Polres Merangin Terkait Korupsi Dana BOS SMP 10

Baca juga: Polisi Periksa Kepala Dinas Pendidikan Nasution dalam Kasus Korupsi Dana BOS SMP 10 Merangin

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved