Berita Jambi

Kasus Siswa SMAN 5 Kota Jambi Minum Miras, Pengamat: Sanksi Harus Berdasarkan Peran

Pengamat pendidikan Effi Herman turut menanggapi kasus siswa SMAN 5 Kota Jambi yang minum miras di ruang kelas saat hari guru 25 November 2022 lalu.

Ist
Pengamat pendidikan Effi Herman 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pengamat pendidikan Effi Herman turut menanggapi kasus siswa SMAN 5 Kota Jambi yang minum miras di ruang kelas saat hari guru 25 November 2022 lalu.

Dia mengatakan bahwa ada tiga pihak yang harus duduk bersama dalam mencarikan solusi atas persoalan tersebut.

"Pertama Dinas Pendidikan, kadis atau kabid SMA lalu pihak sekolah, terus organisasi orangtua siswa di SMAN 5 Kota Jambi," jelasnya, Senin (5/12).

Hal itu disampaikannya berkaca dari pengalamannya, selama bertugas menjadi kepala Sekolah di SMPN 7 Kota Jambi, SMPN 19 Kota Jambi, SMAN 6 Kota Jambi dan terakhir sebagai pengawas di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

"Pihak sekolah memang tahu persis dulu. Jadi ada memang harus di sanksi dengan dikeluarkan dari sekolah, ada yang harus dibina," jelasnya.

"Cuman memang kalau sudah ada track record kesalahan-kesalahan sebelumnya, di runut banyak kesalahan pemberian sanksi untuk keluar itu baru pas," tambahnya.

Menurutnya dalam pemberian sanksi harus berdasarkan klasifikasi kesalahan dan peran.

"Harus dipilah dulu, siapa yang hanya ikut-ikutan saja, siapa pemimpinnya dan siapa pembeli minuman. Jadi kita urut dulu tingkat kesalahan mereka itu darimana. Jadi setelah tahu, maka berdasarkan itulah diberikan hukumannya," katanya.

Dia pun menyarankan agar Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, turut memberikan arahan dalam pengambilan keputusan yang tepat dalam pengambilan keputusan itu.

"Jadi semua pihak ini, semua stakeholder," ujarnya.

Dia kemudian menegaskan bahwa atas kesalahan yang diperbuat itu, siswa tersebut harus dipastikan keberlanjutan pendidikannya.

"Kadang-kadang kepala sekolah itu ada buah simalakama. Tidak dikeluarkan takut merembet ke yang lain penyakitnya. Dikeluarkan kasihan, secara psikologis pindah tempat baru kadang-kadang memang baik, kadang-kadang makin parah," ujarnya.

Dia pun mengapresiasi langkah Kepala SMAN 5 Kota Jambi yang siap dalam memfasilitasi siswa tersebut untuk pindah ke sekolah lainnya.

"Tapi menurut saya, saya setuju itu sikap kepala sekolah yang mencarikan sekolah baru, jadi antar sekolah itu saling bantu," pungkasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: 95 Koperasi Tercatat Aktif di Merangin, Bergerak di Berbagai Bidang Usaha

Baca juga: Polsek Kotabaru Gerebek Judi Sabung Ayam, Sita Puluhan Sepeda Motor dan Belasan Ayam Jago

Baca juga: Dari 356 Calon PPK Tebo 2 di Antaranya TMS

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved