Sidang Ferdy Sambo

Mantan Hakim Sindir PN Jakarta Selatan, Gelar Sidang Pembunuhan Brigadir Yosua Siang dan Aneh-aneh

Mantan hakim kritisi waktu pelaksanaan sidang perkara pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Suci Rahayu PK
Kompas TV
Sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat di PN Jakarta Selatan. 

Update kasus Ferdy Sambo

TRIBUNJAMBI.COM - Mantan hakim kritisi waktu pelaksanaan sidang perkara pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kritisi yang dilayangkan Asep Iwan Iriawan tersebut atas perubahan jadwal sidang tiga terdakwa yakni, Bharada Richard Eliezer, Kuat Maruf dan Bripka Ricky Rizal.

Sebelumnya sidang tersebut dijadwalkan akan dimulai pada pukul 9.30 WIB, namun diubah menjadi 10.30 WIB.

Sehingga menurutnya bahwa pelaksaan sidang kali ini ada keanehan terhadap aparat penegak hukum.

"Di persidangan ini kan aneh aneh penegak hukum ini, udah sidang siang, aneh aneh lagi, nggak karuan," katanya dikutip dari tayangan Breakingnews Kompas TV, Senin (28/11/2022).

Dia meminta agar pelaksaan sidang perkara Brigadir Yosua atau yang lainnya dapat dilaksakan pada pagi hari.

Sebab Asep mengungkapkan bahwa sebelumnya pelaksaan sidang pernah dimulai pada pukul 7.00 WIB.

Terlebih dalam perkara tersebut banyak mengundang saksi, seperti hari ada 17 orang.

Baca juga: Harga Sawit Jambi Hari Ini - Di Pabrik Harga TBS Rp 2.064-2.613, Di Tingkat Petani Berapa?

Baca juga: Saldo Rekening Brigadir Yosua Rp 200 Juta Lebih, Pakar Hukum: Untuk Apa dan Kenapa Dititipkan

"Mulai pagi lah, kita juga bisa sidang, pernah dulu mulai jam 7.00, biar cepat, apalagi saksi ada 17 orang," ujarnya.

Menurutnya bahwa saksi yang dihadirkan hari ini tidak ada kaitannya dengan pembunuhan berencana Yosua.

Dia menyebutkan bahwa saksi yang dihadirkan hanya membenarkan soal rekayasa pembunuhan.

"Saksi 17 orang tidak ada kaitannya dengan terdakwa tiga orang ini, cuman membuktikan ada pembunuhan, cuman direkayasa. Mereka tahu berapa rekayasa," katanya.

"Cuman nanti kita lihat apa lawakan lawakan di pengadilan," tandasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved