Suami yang Siksa Istri dan Divideokan Anak Sendiri Tak Bisa Dijerat KDRT, Hanya Pasal Penganiayaan

Kronologi video suami siksa istri yang direkam anaknya sendiri yang viral di media sosial. Pelaku bernama Tarmin (44), dan korban adalah istri siriny

Editor: Suci Rahayu PK
istimewa
Viral video KDRT yang terjadi di Keranggan, Setu, Tangsel 

TRIBUNJAMBI.COM - Kronologi video suami siksa istri yang direkam anaknya sendiri yang viral di media sosial.

Pelaku bernama Tarmin (44), dan korban adalah istri sirinya berinisial K (44).

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi di rumahnya di bilangan Kademangan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Jumat 11 November 2022, Pukul 18.30 WIB.

Dalam video berdurasu 2 menit 13 detik itu memperlihatkan Tarmin memukul, menjambak, mencekik hingga membanting K.

Sementara K berteriak berusaha menghindar. Si perekam yang belakangan diketahui adalah putrinya pun beberapa kali berteriak berusaha menghalangi.

Kapolsek Cisauk, AKP Syabillah Putri Ramadhani mengungkapkan kronologi awal mula kasus suami siksa istri yang direkam anaknya itu.

Dikatakan Kapolsek Cisauk, penyiksaan itu berawal kecurigaan Tarmin jika K selingkuh. Saat ini K hendak membeli bensin.

Baca juga: Polisi Gunakan Crime Lite Auto, Alat Canggih untuk Mengungkap Tewasnya Satu Keluarga di Kalideres

Baca juga: Mahasiswi Bareng Pembuat video Kebaya Merah Telah Produksi 33 Konten Video Dewasa

"Sekira pukul 18.30 WIB korban hendak keluar rumah dengan maksud untu membeli bensin sepeda motor tersangka mencurigai korban selingkuh dengan orang lain," kata Syabillah dalam keterangan resminya, Rabu (17/11/2022).

Keributan pasangan suami istri siri itu berlanjut dari cekcok menjadi penyiksaan.

"Terjadilah cekcok mulut dan tersangka langsung menarik kedua tangan korban, lalu mrncekik mencekik leher korban dengan kedua tangan sambil di benturkan ke meja, kemudian menginjak leher korban ssmbil menjambak rambut dan kepala korban di benturkan ke lantai asn menendang wajah korban," kata Syabillah.

Tarmin pun diamankan dua hari berselang.

Syabillah mengatakan, Tarmin dijerat pasal 351 KUHPidana tentang penganiayaan dengan hukuman maksimal dua tahun delapan bulan kurungan penjara.

Sementara terkait tidak diberlakukannya pasal KDRT, Kanit Reskrim Polsek Cisauk Iptu Margana mengatakan jika keduanya bukan pasangan suami istri sah karena tidak tercatat di KUA.

Inilah yang membuat Tarmin tidak bisa dijerat KDRT.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved