Sidang Ferdy Sambo
Reza Khawatir Hasil Pemeriksaan Psikologi Forensik Brigadir Yosua Tidak Valid
Hasil pemeriksaan psikologi forensik terhadap Brigadir Yosua yang dilakukan apsifor, menghadirkan kepribadian berbeda pihak keluarga dan para ajudan
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
"Kami mendapatkan analisa itu dari Absifor, yang memang ada di dalam berkas perkara," ujarnya, dikutip dari Program Ni Luh Kompas TV.
Dia mengatakan, upaya mengulik kepribadian Yosua itu di persidangan, sebagai upaya validasi atas keterangan saksi-saksi yang ada dalam perkara.
"Kami ingin melihat pemicu hilangnya nyawa Yosua terjadi," ungkap Sarmauli.
Menurutnya, tidak tepat kalau analisa forensik itu tidak dikaitkan dalam kasus ini.
"Itu sudah ada di berkas perkara, dan merupakan hasil ananalisis ilmiah," jelasnya.
Pihaknya mempelajari dan mendalami secara utuh agar bisa memperjuangkan hak kliennya.
"Kami tidak ada niat untuk memojokkan (Brigadir Yosua)," pengakuan Sarmauli.
Apakah ini upaya meloloskan terdakwa dari Pasal 340 tentang pembunuhan berencana?
Sarmauli mengatakan, mereka bertugas mendampingi para terdakwa untuk menjalani proses hukum dan peradilan, agar berjalan sesuai dengan aturan.
Ferdy Sambo, ujarnya, sudah mengatakan dia siap bertanggungjawab dan menjalani hukuman.
"Kata-kata lolos dari hukuman nggak tepat. Itu framing. Yang kami lakukan adalah agar seluruh proses hukum berlandaskan fakta, bukan fitnah, asumsi, bahkan hoaks," kata Sarmauli.
Pihaknya menghormati bila ada yang menganggap bias saat mengulik kepribadian Yosua dengan kasus pembunuhan ini.
Baca juga: Bocor! Isi Pemeriksaan Psikologi Forensik Apsifor Pada Brigadir Yosua Hutabarat
Selanjutnya: Informasi Daden
Daden merupakan satu di antara informan yang ada di dalam analisa psikologi forensik Brigadir Yosua Hutabarat itu.
Dia menyebut setiap lepas dinas, Brigadir Yosua selalu meminum alkohol.