Sidang Ferdy Sambo
Terungkap Ferdy Sambo dan Putri Candrawati PCR di Hari Berbeda, Petugas Kesehatan Beri Kesaksian
Dua tenaga kesehatan petugas PCR terhadap Keluarga Ferdy Sambo dan Putry Candrawati & ajudan dan ART beri kesaksian pembunuhan berencana Brigadir
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Heri Prihartono
Sementara pada hari terjadinya pembunuhan Brigadir Yosua, Nevi mengatakan bahwa yang melakukan swab sebanya empat orang.
"Empat orang yang melakukan swab, Putri Candrawati, Susi (ART Ferdy Sambo), Richard Elizer dan almarhum Brigadir Yosua dengan hasil pemeriksaan semuanya negatif," ungkapnya.
Dia sampai di rumah Ferdy Sambo untuk melakukan Swab sekitar Pukul 15.25 WIB dan pulang sekitar Pukul 15.50 WIB.
Urutan yang melakukan swab dimulai dari Putri Candrawati, Susi, Brigadir Yosua dan terakhir Bharada Ricahrd eliezer.
5 Saksi Beri Keterangan
Sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana Brigadir Yosua mendengan keterangan lima orang saksi.
Keterangan lima orang saksi tersebut untuk tiga orang terdakwa, yakni Bharada E, Kuat Maruf dan Bripka Ricky Rizal.
Diantara saksi yang memberikan keterangan di ruang sidang utama PN Jakarta Selatan itu dari petugas swab hingga supir ambulans.
Pantauan di persidangan berdasarkan siaran breaking news Kompas TV, ketiga terdakwa pembunuhan berencana Brigadir Yosua itu telah memasuki ruang sidang utama PN Jakarta Selatan.
Sementara untuk saksi yang hadir saat ini dikatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) baru berjumlah lima orang.
"Untuk saat yang hadir disini baru lima orang yang mulia," kata salah satu JPU kepada hakim.
Kelima saksi itu dari petugas swab, supir ambulance yang membawa Brigadir Yosua dan pegawai telekomuikasi sepeti XL dan Telkomsel.
Mereka yakni, Ishbah Azka Tilawah dan Nevi Afrilia dari Petugas Swab di Smart Co Lab.
Bimantara Jayadiputro, merupakan Provider PT. Telekomunikasi Seluler bagian officer security and Tech Compliance Support.
Saksi Viktor Kamang dari Legal Counsel pada provider PT. XL AXIATA.